Selasa, 21 April 2015

PENDIDIKAN YANG BERORIENTASI KEPADA PEMBANGUNAN

Peningkatan pekembangan ekonomi di negeri kita ini adalah faktor yang utama dan terutama. 

Untuk itu bangsa Indonesia harus berusaha agar mampu mewujudkannya melalui bidang ekonomi tersebut, baik melalui ilmu pengetahuan dan teknologi ataupun di sektor-sektor lainnya. Tujuannya adalah agar bangsa ini mampu menciptakan kehidupan yang baik, maju dan sejahtera baik lahir maupun batin.

Untuk mencapai tingkat kemampuan seperti itu sebenarnya Tamansiswa sudah memberikan andil yang cukup besar kepada pemerintah, namun hanya sebagian kecil saja yang mampu memahaminya.

Memang Ki Hajar Dewantara tidak memiliki teori ekonomi secara spesifik, akan tetapi beliau telah memberikan teori dasar ekonomi yang paling mendasar sebagaimana tertuang di dalam pasal 33 Undang Undang dasar 1945. 

Beliau telah urun rembug yang cukup penting.Selain prinsip yang mendasar tersebut tujuan pendidikan Tamansiswa untuk menjadikan para siswanya menjadi manusia yang berjiwa merdeka lahir batin, dan bisa dijadikan landasan bagi pendidikan wiraswasta.

Salah satu kegiatan wira usaha Tamansiswa adalah dengan mengikuti anjuran, himbauan Bapak Presiden tanggal 20 Juni 1990 agar Tamansiswa mendirikan dan menciptakan kader koperasi dan mampu mengelola koperasi itu merupakan himbauan yang wajar dan realistis.

Di dalam mendidik para siswanya Tamansiswa juga mengutamakan pola hidup sederhana dan hemat, berjiwa kekeluargaan dan menumbuhkan hajat hidup kebersamaan dan kerukunan antar sesame anggotanya.


Dengan demikian apa yang sudah digagas oleh tamansiswa tersebut sudah sesuai dengan pasal 33 Undang Undang Dasar 1945. 

Dan ini pun merupakan masukan pula dari Bapak Sayidiman sebagai sesepuh Perguruan tamansiswa, yang kesemuanya itu merupakan landasan yang tepat bagi pendidikan wiraswasta.

Oleh karena itu bagi wang Tamansiswa secara umum dan khususnya yang telah mengenyak pendidikan di lingkungan Tamansiswa. Setelah tidak bekerja ( berada di luar ) Tamansiswa, harus bisa mandiri. Bahkan usahakan bisa menciptakan lapangan kerja untuk kebutuhan orang banyak.

MODERNISASI TIDAK DAPAT DIHINDARI

Saudara-saudara sekalian seiring dengan perkembangan alam dan zaman, diringi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sungguh kemajuan ini pengaruhnya amat besar sekali di bidang kehidupan ekonomi bangsa Indonesia.

Perkembangan masyarakatpun ikut berubah dalam sikap dan prilakunya. Adapu cirri-ciri masyarakat modern adalah selain memiliki sifat rasional juga menununtut adanya efektifitas dan efisiensi, penghargaan terhadap waktu , keberanian menanggung resiko, sifat kompetitif, kesanggupan bekerja sama dalam kelompok ( tim ) atau kebersamaan dalam ketergantungan.

Selain dari itu era mendatang juga akan ditandai oleh kemajuan perkembangan ilmu dan teknologi tersebut. Semakin maju pekermbangan kemajuan zaman pasti akan menuntut pengeluaran dan pembiayaan gaya hidup yang semakin meningkat, sehingga pembangunan ekonomi di segala bidang akan semakin dominan.

Tujuan hidup untuk tertib damai salam dan bahagia memang menyangkut banyak segi, namun kesejahteraan lahir batin tidak mungkin terlepas kaitannya dengan faktor ekonomi. 

Faktor ekonomi untuk kebutuhan lahir adalah untuk kebutuhan kesehatan jasmani sedangkan kebutuhan batin perlu adanya peningkatan pembinaan mental dan spiritual yang semakin mantap, tajam dan terpercaya. Kedua factor tersebut harus bisa sejalan, selaras, serasi dan seimbang.

Dengan demikian maka pembangunan ekonomi menjadi tanggung jawab seluruh rakyat dan pembangunan mental spiritual adalah tanggung jawab para pemuka agama, termasuk seluruh orang tua di keluarga masing-masing.

Sekarang bagaimana dengan Tamansiswa ? Tamansiswa pun juga turut bertanggung jawab, walaupun Tamansiswa bukan lembaga ekonomi, tapi merupakan lembaga perjuangan kebudayaan yang menggunakan pendidikan dalam arti luas sebagai sarananya. 
Maka tugas terpenting dari Tamansiswa adalah mendidik para siswanya termasuk wong Tamansiswa di dalamnya agar diberikan bekal dengan sikap mental wiraswasta atau wira-usaha.


Ini merupakan nilai-nilai yang sangat diperlukan bagi pembangunan di bidang ekonomi. Dan ini amat penting bagi bangsa Indonesia untuk bisa tampil dalam forum bangsa – bangsa dalam pola kehidupan yang baik.

PERKEMBANGAN BUDAYA BANGSA INDONESIA

Salam dan bahagia ,

Suatu bangsa pertama kali dikenal itu pada umumnya melalui badayanya. Termasuk Indonesia yang telah memiliki beraneka macam ragam budayanya. Kebudadayaan bangsa yang selalu dipengaruhi oleh budaya manca Negara yang masuk ke negeri ini, sudah banyak yang tidak murni lagi. 

Nilai-nilai kenvensional, tradisional pun mengalami pergeseran dan perubahan.  Beberapa nilai yang awalnya menjadi acuan sikap dan perilaku , banyak yang harus disesuaikan dengan nilai-nlai baru yang berkembang.

Pembangunan di segala bidang memerlukan keutamaan yang khusus si bidangnya dan yang paling perlu serta mendesak adalah pembangunan di bidang ekonomi. Karena factor ekonomi ini adalah yang amat vital sekali. Bila pembangunan ekonomi dapat diwujudkan maka pembangunan di bidang lainnya akan turut serta terbawa.

Seiring dengan kemajuan zaman, mau tidak mau, suka tidak suka , yaitu akibat kemajuan ilmu dan teknologi dalam wujud nyatanya tentang informasi dan komunikasi yang sedang melanda dunia ini. Maka otomatis kehidupan bangsa kita pun secara cultural mengalami perubahan. Masyarakat yang awalnya bertatanan agraris/ tradisional berubah menuju ke arah masyarakat industry yang rasional dan modern.

Lahan-lahan pertanian banyak yang berkurang luasnya berubah menjadi kawasan industri, sampai kepada hutan-hutanpun banyak berkurang luasnya berubah menjadi lahan perkebunan.

Sekarang diakhir-akhir ini perkembangan teknologi semakin canggih dengan adanya Facebook, google, instalgram, ( dunia maya ) sudah merasuk sampai ke peloksok desa, sampai anak-anak dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi, dari orang biasa sampai ke pengusaha, banyak yang menggunakan sarana ini.

Namun sayangnya kemajuan ilmu dan teknologi ini tidak diimbangi dengan kemajuan pembinaan moral dan etika bangsa, maka rusaklah generasi muda sekarang. Mereka setiap harinya yang dicari hanya kesenangan, kesenangan dan kesenangan, mereka tidak mau berfikir tentang orang lain, yang terpenting hanya untuk dirinya sendiri, keluarganya, familinya, dan golongannya. 

Tidak peduli apa yang dilakukannya itu akan banyak korban di masyarakat luas, yang penting diri merasa puas.Sehingga dampak yang ditimbulkannya adalah yang berkuasa menjadi semakin kuat, yang lemah bertambah lemah dan tidak berdaya. 

Korbanpun berjatuhan semakin luas dan banyak. Misalnya dengan memberikan bantuan sebesar satu milyar kepada yang lemah. Lalu dibuatlah aturan demi peningkatan kesejahteraan bersama, yang pada akhirnya setelah dilaksanakan aturan tersebut bisa menghasilkan milyaran rupiah.

Semoga saja negeri ini akan tumbuh bangsa yang benar benar mencintai negerinya, yang bisa mengangkat harkat dan martabat negerinya dengan segala keterbatasan yang ada, tanpa bergantung pada bangsa-bangsa lain, bahkan bisa sejajar derajatnya dengan bangsa-bangsa lain dalam artian berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa-bangsa lain.

Salam dan bahagia

Senin, 20 April 2015

TAMANSISWA DAN BANGSA INDONESIA

BABAK BARU TAMANSISWA DALAM PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

Alhamdulilah dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ,kemerdekaan Indonesia telah terwujud dan diakui oleh dunia sejak tanggal 17 Agustus 1945.

Perjuangan tidak berhenti sampai disitu saja tapi harus berjalan terus tampa henti. Perjuangan akan berhenti bila roh sudah berpisah dengan jasad. Dalam perjuangan bangsa Indonesia dimulailah babak baru karena tantangan dan hambatan sudah pasti akan menghadang, termasuk juga Tamansiswa sebagai seutu lembaga pendidikan pan perjuangan kebudayaan saerta pembangunan masyarakat yang ada di negeri ini.

Ingat di masa penjajahan ,pendidikan nasional yang berjiwa kebangsaan merupakan salah satu senjata perjuangan rakyat Indonesia dalam menghadapi kolonialisme. Maka sekarang ini pendidikan nasional kita harus bisa diwujudkan lebih konkrit lagi yaitu pendidikan yang berlandaskan kebudayaan bangsa sendiri dan ditujukan bagi kepentingan bangsa sendiri. Untuk itu diperlukan pembinaan mental dan watak bangsa secara khusus agar menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia.

Perjuangan melalui pendidikan ini Tamansiswa ingin mewujudkan para siswanya mencapai kualitas bangsa, untuk memerangi kemiskinan dan kebodohan rakyat kita sebagai akibat dari penjajahan yang sudah ratusan tahun lamanya.

Kualitas bangsa itu bukan hanya terkait dengan kecerdasan dan kepandaian, tetapi juga dengan kehidupan yang aman tenteram, tertib damai salam dan bahagia.

Pembangunan menuju tercapainya kualitas manusia Indonesia erat kaitannya dengan usaha memodernisasi kehidupan bangsa dan masyarakat Indonesia.

Kehidupan di negeri ini tidak bisa bersifat statis, namun harus dynamis, harus bisa mengikuti perkambangan alam dan zaman tapi tidak meninggalkan karakter bangsa Indonesia sendiri.

Sekarang ini nampaknya kebudayaan Indonesia mulai banyak yang sirna, bahkan ada yang dengan sengaja untuk mematikannya, agar tidak bisa berkembang lagi di negerinya sendiri. Tapi justru masyarakat Indonesia dipaksa untuk mengikuti budaya asing yang sengaja didatangkan dari negeri luar Indonesia.

Hal ini sungguh sangat berbeda dengan bangsa lain mereka lebih mencintai budayanya sendiri, lebih menghargai produk bangsanya  sendiri. Lebih mengutamakan hasil karya bangsa sendiri. Sungguh berbeda dengan bangsa kita mereka lebih merasa bangga bila memakai pakian yang bermerk luar negeri, lebih percaya diri bila menggunakan tas merk bangsa lain, lebih percaya diri bila apa yang dipakai dan digunakannya semuanya ber merk luar negeri.


Semoga hal ini tidak akan berlarut-larut kejadian ini, mari kita hidupkan hasil karya dan budaya bangsa sendiri, dan bisa diperkenalkan di bangsa lain, agar bangsa Indonesia ini tidak dianggap sebagai manusia yang berbudaya  PAK TURUT

Minggu, 19 April 2015

TAMANSISWA KAITANNYA DENGAN KEMERDEKAAN



TAMANSISWA  DAN  PERSIAPAN  KEMERDEKAAN

Di zaman pendudukan Jepang semua warga pribumi diwajibkan ikut wajib militer oleh bala tentara penjajah Jepang. Kesempatan berlatih militer ini tidak disia-siakan bangsa kita, sehingga sebagian pemuda kita mulai mampu menggunakan senjata dan pandai beroleh keprajuritan.

Kekuatan militer yang dimiliki oleh Jepang  dan para pemuda kita sementara dipadukan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan sehingga bersemilah jiwa persatuan dan kesatuan. Hal ini menjadikan sebuah kekuatan  yang merupakan embrio bagi tumbuh dan berkembangnya angkatan bersenjata kita yang tumbuh dan berkembang sampai saat sekarang.

Dengan jiwa dan semangat perjuangan yang demikian itu dan dipadu dengan siasat politik. Mulailah dihimpun para pemimpin kita dengan mendirikan perkumpulan yang dinamakan Pusat Tenaga Rakyat disingkat dengan nama PUTERA. Adapun perjuangan tetap terus berlanjut baik secara legal maupun illegal.

Dalam situasi dan kondisi yang seperti ini Tamansiswapun tidak ketinggalan turut serta dalam kegiatan ini. Yaitu dengan cara menggembleng anak didiknya, para siswanya agar memiliki jiwa dan semangat kebangsaan, dan mempersiapkan mereka untuk menjadi prajurit-prajurit pejuang kemerdekaan.

Dengan ditunjang oleh tentara sekutu, dalam situasi internasional. Dimana saat itu Sekutu telah mengungguli tentara Jerman, Italy dan jepang, maka terjadilah kapitulasi dari pimpinan tentara Jepang kepada pihak sekutu yang berada di Indonesia.

Peristiwa dan momentum ini sungguh amat penting, dan tidak disai-siakan oleh bangsa Indonesia. Setelah keadaannya dianggap cukup matang, maka pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamasikanlah kemerdekaan bangsa Indonesia, dan lahirlah Negara Republik Indonesia.

Setelah kemerdekaan bangsa Indonesia tercapai. Apakah tugas bangsa Indonesia sudah berhenti sampai disitu ? Tidak sama sekali. Justru setelah kemerdekaan itu terwujud, tugas utama bangsa Indonesia adalah mempertahankan kemerdekaan dan menegakkan kemerdekaan dari setiap upaya untuk mengembalikan penjajahan di bumi Indonesia yang kita cintai ini. Agar untuk selanjutnya dapat dilakukan usaha mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional. Jadi bukan saling berebut kekuasaan, lalu berebut warisan harta benda yang ada di bumi pertiwi ini hanya untuk memperkaya diri dan kepentingan satu golongan saja.

Ingat penjahan di mauka bumi ini khususnya di Indonesia harus dihapuskan  karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Apapun bentuknya dan siapapun orangnya. Karena biasanya penjajah dari bangsa sendiri akan lebih sulit dihapusnya,  pemainannya amat halus, sehingga saking halusnya hampir tidak terlihat. Yang bisa melihat hanya beberapa gelintir orang yang berkecimpung langsung di bidangnya.

Inilah yang didalam agama disebut orang munafik. Di satu sisi berbicara tegakkan keadilan, namun di dalam pelaksaannya bukan keadilan yag ditegakkan tapi sebaliknya kezaliman. Tegakkan hukum dengan adil, naum hukum hanya berlaku atau tajam bagi mereka yang lemah dan tumpul terhadap mereka yang punya kekuasaan . Berantas korupsi dan manipulasi, hilangkan praktek KKN, namu dalam kenyataannya semuanya itu terjadi semakin marak, subur.
Generasi muda yang dalam hal ini masih tunas bangsa sudah banyak dicekoki berbagai peristiwa yang banyak merusak moral dan etika mereka, penanaman jiwa cinta tanah air  dan bangsa sudah sirna ditelan oleh perkembangan alam dan zaman, diracuni oleh segelintir para elite politik yang berpilaku menyimpang , banyak para pemimpinnya justru bertindak tidak sesuai dengan aturan dan moral agama. Maka dapat dibayangkan negeri ini akan dibawa kemana oleh generasi muda kita.

Untuk itu marilah sejak dini segera perbaiki citra ini, luruskan niat, kuatkan pendirian, tumbuhkan manusia yang memiliki jiwa persatuan dan kesatuan, sehingga bisa menjadi manusia Indonesia yang berjiwa dan berkepribadian Indonesia, sesuai dengan para pahlawan pandahulu kita yang telah memperjuangankannya untuk menuju Indonesia yang merdeka dan mandiri.

USIR PENJAJAH... TUMBUHKAN SEMANGAT KEBANGSAAN

Setelah Pemerintah Kolonial Belanda terusir dari Indonesia, masuklah Jepang untuk menjajah Indonesia. Pada zaman Jepang situasi dan kondisinya berbeda lagi. Pada pendudukan Jaepang, bala tentara Jepang terkenal bersikap otoriter dan diktator. 

Ini bisa dimengerti karena situasinya dalam keadaan Perang Dunia, hingga seluruh sasaran, tidak lain adalah berusaha bagaimanakah caranya untuk memenangkan perang . Yaitu dengan mengerahkan segala daya dan upaya dengan apa yang ada dan tersedia saat itu. 

Menghadapi situasi dan kondisi seperti ini , sebagai orang pribumi, perjuangan juga tidak berhenti, namun harus dilakukan dengan lain cara. Pada saat itu banyak Perguruan Tamansiswa yang sudah berdiri ditutup atau dialihkan oleh pemerintah Jepang . Hanya sebagian saja Perguruan Tamansiswa yang masih diberi kesempatan untuk melanjutkan memberikan pendidikan untuk bangsa Indonesia. Salah satunya adalah Ibu Pawiyatan Tamansiswa.

Dengan kondisi demikian itu justru lebih mempertebal semangat wawasan kebangsaan, lebih tajam dan lebih mendalam dibandingkan dengan nasionalisme kita di zaman Pemerintah Kolonial belanda.

Kekejaman bala tentara Jepang di Indonesia harus diantisipasi, harus diatasi dengan cara menumbuhkan jiwa dan semangat kebangsaan. Selain itu mendorong bangsa Indonesia untuk mengembangkan cita-citanya yaitu menuju Indonesia yang merdeka. Penjajahan di bumi pertiwi ini harus terusir, karena tidak berperikemanusiaan. Penindasan di segala bidang kehidupan mengakibatkan rakyat kehidupannya semakin menderita, sangat mengerikan . Jadi hanya dengan menumbuhkan, menanamkan dan mempertebal semangat kebangsaan penjajah tersebut bisa terusir dari negeri ini, Indonesia

TAMANSISWA DI ERA TIGA ZAMAN

Tamansiswa sebagai embaga perjuangan kebudayaan telah mengalami tiga zaman yang tentunya konsinya amat berbeda. Maka siasat dan cara perjuangannyapun harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya.

Pada zaman penjajahan Belanda dan zaman pendudukan Jepang sudah pasti  sasaran utamanya adalah melawan penjajahan dan pendudukan tersebut untuk bisa merebut kemerdekaan nusa dan bangsanya agar bangsa Indonesia mampu menata dan mengatur negara ini di tangan sendiri.

Setelah cita-cita tercapai melalui Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, bangsa dan negara Indonesia merdeka, maka sasaran pokok perjuangan Tamansiswa pun mempunyai sasaran lain. Kolonialisme sudah terhalau dari bumi Indonesia. Dan kini telah waktunya untuk menegakkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tersebut dengan usaha pembangunan nasional yang terus menerus.

Tantangan yang berbeda menuntut cara untuk menjawabnya juga harus berbeda pula. Karena aksi pemerintah kolonial cukup keras berupa penindasan terhadap gerakan rakyat, maka sebagai reaksi perjuangan rakyatnyapun cukup keras termasuk sikap Tamansiswa terhadap pemerintah kolonial. Adapun sikap yang diambil oleh Tamansiswa di zaman itu adalah bersikap koperatif dan konfrontatatif.

Sejarah perjuangan rakyat saat itu mencatat , perlawanan Tamansiswa terhadap pemerintah Kolonial Hindia Belanda sebagai sesuatu yang menonjol diantara bentuk perlawanannya adalah perlawanan terhadap ONDERWIJS - ORDONATIE 1932 .

Akinat dari ONDERWIJS - ORDONATIE tersebut tidak pernah diberlakukan hingga pemerintah kolonial tersebut terusir oleh bala tentara Jepang.  Baik oleh sejarah perjuangan Tamansiswa maupun sejarah perjuangan bangsa, peristiwa tersebut ditulis dengan tinta emas, karena merupakan sesuatu yang menonjol, Seluruh potensi nasional mendukung perjuangan Tamansiswa dan semua berdiri di belakang Raden Mas Soewardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara