Rabu, 06 Mei 2015

B U D I P E K E R T I

Budi Pekerti itu merupakan bagian daripada kebuadayaan. Budaya adalah buah budi manusia.

Bila manusia tdk memiliki budaya, maka etika terabaikan, sopan santun disepelekan, tata tertib dilalaikan


Dengan budi pekerti maka membiasakan anak2 utk membiasakan berbuat baik menurut kesusilaan manusia

Dengan budi pekerti menuntun anak2 agar bisa mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan yg mereka miliki, demi mensejahterkan hidupnya lahir dan batin

Dengan hudi pekerti menuntun dan melatih anak2 ke arah yg positif, bukan hanya teori belaka namun mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari

Budi pekerti ditanamkan sejak dini kpd anak2 bertujuan membekali mereka utk kebutuhan di masa kini dan masa yg akan datang saat mereka dewasa dan sadar akan tanggung jawab yg diembannya

Apa jadinya pada anak2 kita bila mereka tdk dibekali budi pekerti ? Mereka juga suatu saat akan mandiri, berkeluarga, dan punya turunan. Lalu mau diapakan kesemuanya itu ?

Jangankan para pelajar saat ini. Sebagian para memimpin rakyat yg duduk di pemerintahan sungguh, amat mengecewakan. Yang korupsi, manipulasi, penyalah gunaan dana dsb. Apakah mereka dianggap masih memiliki budi pekerti ?

Para pelajar di sekolah dididik, dituntun, dibimbing agar diusahakan menjadi manusia yang baik, sementara di sisi lain ada yg memberikan contoh yg kurang baik. Lalu negeri ini mau dijadikan apa untuk masa mendatangnya ?

Andaikan saja para pahlawan pendahulu kita bisa dihadirkan lagi ke dunia, maka bisa dibayangkan mereka akan berkata apa ? Kami berjuang dulu utk mengusir penjajah dan menjadikan Indonesia merdeka, sampai berkorban darah, air mata bahkan nyawa, agar generasi mendatang bisa lebih sejahtera semuanya.

Lalu kenapa kalian tdk meneruskan amanat ini, bahkan saling berebut kekuasaan, saling sikut sono sini, seperti berebut harta warisan, sampai rakyatnya banyak dilupakan.

Semoga saja negeri ini segera semuh dari berbagai macam prilaku manusia yang tidak memiliki budi pekerti yang baik.

Sehingganegeri ini bisa menjadi negeri yang aman, sejahtera, subur makmur, gemah, ripah, loh jinawi 

GUBUK TUA DI TEPI PANTAI

Lembayung Senja di Gubuk Tua
syair cinta yang ku lukis diatas gubuk lembayung senja,
teruntuk engkau duhai kekasih harapan hamba..
sulit telah berkali menjadi suapan ku, 
acap kali ku duduk menantimu digubuk pantai lembayung senja...
mungkin kesabaran atas mu 
hanya mampu ku ukir di pasir pantai ini, 
yang akan terhapus perlahan..
oleh sediran ombak..
namun aku akan tetap ukir syair untuk kau baca kemudian hari..
kelak ketika kau menjemputku 
untuk mengukir kisah digubuk pantai sampai lembayung senja...
demi sebuah harapan hidup..
menapaki jalan ini bukan karna keegoisan..
karna memiliki cinta mu bukanlah demi kebahagiaanku semata..
namun karna aku ingin menciptakan kebahagiaan untuk semesta..
dan demi sebuah keiklasan ..
ku baktikan anugrah Tuhan padaMu wahai insan penerus iman..
karna jalan kita bukanlah sebuah permainan perasaan...
yang benar bagi ku.. jalan untuk memenangkan hidup atas nama ISLAM, 
syair digubuk pantai lembayung senja ini..
menjadi saksi kesetiaanku pada takdir Illahi..
bahwa aku meyakini...cinta Mu tak akan pernah pergi sampai kita bersua disini....^?^

RASA CINTA YANG MEMBARA

Saat Mahligai Rindu Berbisik Syahdu 
Detik sepenggal kasih berlalu sayu merangkul rindu 
mendakap kasih membisik sayup di keheningan ... 
cinta meredah lembah sepi kala salju cinta mencair 
sudah lalu kubiarkan embunan menitis di dedaunan 
rindu mengusap lembayung kasih 
tatkala gelora menyerbu rimbunan cinta yang meresap asa 
ketika rona-rona cinta mulai semu

membungkam gemawan rindu dalam kesyahduan 
menitip kasih dalam derapan sunyi yang tiada
kilauan dalam kabus suram kala laksana cinta mengengsot sepi dalam kelam, 
lantera kasih merungkai listrik rindu bernoda 
menggapai mimpi yang tiada kesudahan 
meronta dalam kepekatan resah 
melerai setiap gelung rindu saat tirai cinta kian malap dimamah usang 
mencoret tinta berdarah di sanubari 
aksara cinta dipersia bagaikan tiada erti, 
tergamam seketika biasan rindu 
kala rentetan jiwa menjerit pilu dalam tenunan serakah 
kasih dipantai cinta berkias anggun kasih mengulit 
bila saatnya rindu menyusup denainya berselingkuh 
di sebalik kamar hati yang teguh

semarak cinta menghiasi ruang berkelipan 
cahaya kasih dalam dakapan, 
berpaut di dahan rapuh
rindu menggamit lesu dalam untaian berlabuh di tepian samudera 
bertitik-kan paluan dalam rajuk
meraih kasih di lautan sayang berkemudikan sauh cinta 
di riba kembali berseloka rindu tersimpul
di pelaminan di tebing cinta terbelenggu di persisiran rindu 
tiada bertepian di pusaran gedung kasih, 
bersimpuh malu dalam renungan menatap di sukma belaian berkasih...
'Saat Mahligai Rindu Berbisik Syahdu'...
terusik buaian cinta dalm pelukan sayup..

HATI - HATI DI DALAM MEMILIH

Saat engkau memilihnya, maka seharusnya engkau tahu bahwa dia yang terbaik dari sekian orang baik yang engkau kenal. 

Maka tidak seharusnya engkau menyesali apa yang telah engkau pilih. Karena jika ada kurangnya, itu hanya menunjukkan ke-tidaksempurna-annya sebagai manusia. 

Lalu apakah kau akan begitu saja meninggalkannya? Bertahanlah pada luka pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya. 

Bersiaplah untuk jutaan luka dan kecewa. Saat engkau tidak menemukan mimpi indahmu di wajahnya. Atau tidak menemukan cita citamu pada dirinya. Atau bahkan malah menemukan sekumpulan kecewa yang tidak pernah kau inginkan hadirnya. 

Di saat itulah saat yang tepat bagi tangan kekarmu tuk merengkuhnya. Melindunginya dari marabahaya. Mendidik dan mengarahkan menuju cahaya cinta. 

Tidak dengan memaki atau me-nyumpahserapahi. Tetapi dengan beningnya hati, matangnya jiwa, dan pendekatan cinta yang semestinya. 

Karena hadirmu akan menjadi pelengkap hidupnya, bukan sebagai penilai yang sadis atau pengkritik yang kejam nan menakutkan. 

Dekatlah pada Allah wahai para suami. Karena istri-mu mengharapkan wajah yang teduh karena air wudhu. Bukan wajah beringas karena nafsu dunia.


YANG NAMPAK JELEK..... BELUM TENTU JELEK

Alkisah...

Ada  seorang  ibu  tua mempunyai dua guci sudah bertahun-tahun dipakai untuk mengambil air demi kehidupannya harian.

Kedua guci  itu digantung di satu tongkat pikulan, untuk memudahkan dipikul. Satu  di antara  dua  guci itu retak, sedangkan  guci  yang satunya lagi dalam kondisi bagus dan mulus sehingga dapat diisi air sepenuhnya tanpa ada kebocoran. Guci yang retak itu jika diisi air, berceceran di perjalanan dan akhirnya tidak banyak lagi air yang tersisa ketika ibu itu sampai di rumah.

Dua  tahun  telah lewat, dan ibu itu masih setiap harinya setia tetap memakai kedua guci itu untuk dipakai  mengisi air yang diambil dari sumur ke rumahnya untuk kebutuhan hidup hariannya. Meski guci itu retak, ibu  itu  tetap tidak mau membuangnya.

Alkisah guci yang mulus itu begitu bangga atas prestasinya yang di dalam pandangannya sangat sempurna, karena dia selama itu selalu membawa air tanpa berceceran pulang ke rumah  ibu itu, sedangkan guci yang retak itu merasa malu karena cacat dan kekurangannya, karena hampir setengah dari air yang tiap harinya dipikul ibu itu akhirnya terbuang  berceceran di sepanjang jalan. Dia merasa tidak lagi bermaanfaat dan sudah tiba saatnya untuk dibuang disingkirkan.

Pada satu hari dia (guci retak) berkata kepada ibu tua itu. “ Bu buanglah saja aku, karena aku menyadari dan merasa malu akibat cacat dan kekuranganku itu sehingga air yang ibu ambil dari sumur dan dengan penuh jerih payah ibu pikul di perjalanan itu akhirnya hanya berceceran  di perjalanan terbuang sia-sia ”.

Ibu tua itu hanya tersenyum dan menjawab, “Besok akan aku tunjukkan kepadamu mengapa sampai sekarang aku tidak mau membuangmu”
Keesokan harinya ibu itu melakuan hal yang sama dan di dalam perjalanan pulang ke rumah dia berkata kepada guci retak itu, ”Tengoklah dan lihatlah betapa indahnya bunga-bunga yang tumbuh di sebelah kanan jalan ini.  Karena aku sudah tahu dimana kekuranganmu, maka aku menanam benih-benih pelbagai bunga-bunga di sepanjang jalan yang engkau lalui, sehingga dapat kau beri air yang berceceran darimu setiap hari saat aku berjalan pulang ke rumah. Dua tahun lamanya aku dapat memetik aneka bunga-bunga nan indah berwarna warni tanpa aku menyiraminya, sehingga dapat aku pakai untuk menghias rumah ku dengan cuma-cuma dan dapat aku nikmati. Tanpa air yang kau cecerkan, pasti benih bunga-bunga itu tidak akan tumbuh dan tidak akan ada keindahan seperti ini”.


Demikianlah kisah ini aku tuangkan, diambil dari berbagai sumber untuk menjadi pembejalaran bersama. Mari terus belajar dan tetap semangat sob. Jangan berputus asa dengan segala kekurangan yang ada di dalam diri kita, sebab di balik setiap kekurangan niscaya terdapat kelebihan yang luar biasa!

NEGERI INI

Saat sarafku dipengapkan meja 1/2 biro  

Kupahat hatiku itu lagi  

Pada prasasti tugu negriku

Agar para pahlawan negri ini  

Tak lagi keluhkan sesal  

Harus lahir di negri ini  

Sudirman-sudirman reformasi  

Harus berkembang di negri ini  

Sukarno-sukarno reformasi  

Harus bangkit di negri ini

Suharto-suharto reformasi  

Agar diponegoro tak lagi keluhkan java  

Agar wolter monginsidi tak tangisi Celebes  

Agar Patimura tak sia-siakan Maluku 

Agar Indonesiaku  

Tak lagi tangisanku

PEMUDA HARAPAN BANGSA

PEMUDA UNTUK PERUBAHAN 

Indonesia Menangis 

bahkan tercabik..

dengan hebatnya penguasanya korupsi..

tak peduli rakyatnya mengemis

Kesejahteraan tinggallah angan..

keadilan hanyalah khayal..

kemerdekaan telah terjajah..

yang tersisah hanya kebodohan..

Indonesiaku, Indonesia kalian..

jangan hanya tinggal diam kawan


mari bersatu ambil peranan..

sebagai pemuda untuk perubahan..