Senin, 13 Juli 2015

KENAPA SEBAGIAN BESAR MASIH MENGELUH SOAL REZEKI ?



REZEKI SELURUH MAHLUK SUDAH DI JAMIN ALLAH
Suatu hari seseorang mengeluh kepada Ibrahim bin Adham tentang anaknya yang banyak. Sang Sufi agung ini menjawab, “Wahai saudaraku, jika setiap yang ada di rumahmu terdapat orang yang rezekinya bukan dari Allah, pindahkan dia ke rumahku.” 

“Berusahalah untuk memperbanyak keturunan, karena kalian tidak tahu dari anak yang mana kamu mendapatkan rezeki.“ Sehingga Umar bin Khattab RA berkata, “Sesungguhnya, aku tidak suka menyetubuhi isteriku, kecuali jika disertai dengan harapan supaya Allah memberi rezeki berupa keturunan yang bertasbih kepada Allah dan mentauhidkan-Nya.“

Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah. Ia tidak bisa dikalkulasi dengaan nalar manusia. Seringkali ia bergerak diluar jangkauan nalar. Itulah yang disebut dengan rezeki tidak disangka-sangka. Al Quran mengatakan “Wayarzughu min haitsu laa yahtasib “ (Ath-Thalaq ( 65 ) : 3).

Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Rasul SAW bersabda, “Allah telah menetapkan takdir semua mahluk sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi“ (HR.Muslim).

Oleh karena itu selayaknyalah kita tidak perlu cemas mengenai rezeki Allah SWT. Sebab Sang Pemberi Rezeki telah menjamin, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia meengetahui tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (Hud 6).

“Persoalan rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Hal penting yang perlu dilakukan adalah sempurnakan ikhtiar, perkuat dengan doa, dan tawakal secara total kepada Allah. Biarlah Allah yang Maha Mengatur. Insya Allah, jika ikhtiar, doa serta tawakal kita total, kita akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Allah akan mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata, “Saya mendengar Rassulullah SAW bersabda, ‘Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang “ (HR.Ahmad dan Turmuzi).

Banyak kiat untuk menjemput atau membuka keran pintu rezeki itu. Diantaranya adalah :
 
ISTIGHFAR
1- Memperbanyak istighfar dan taubat. Allah berfirman, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai “ (Nuh (71) :10-12).
Ujar Ibnu Katsir, “Maksudnya, jika kalian telah bertaubat dan beristighfar kepada Allah serta taat kepada-Nya, Dia pasti memperbanyak rezeki kalian dan memberi minum kalian dengan berkah dari langit serta menumbuhkan dan mengalirkan susu binatang ternak serta akan memberikan harta yang banyak, dan anak yang banyak.Lalu Allah akan menjadikaan bagi kalian kebun-kebun yang didalamnya beraneka ragam buah-buahan, yang mengalir di sisinya sungai-sungai“ (Ibnu Katsir Jilid 4 halaman 371).

SEDEKAH/INFAK
2- Istiqamah Bersedekah /Berinfak di jalan Allah. Rasul SAW bersabda, “Bersedekahlah kalian, dan jangan (terlalu) lama disimpan dan ditahan. Sebab jika demikian, Allah SWT akan menahan (karunia-Nya) untukmu “ (HR. Bukhari ). Hadis lain, Nabi SAW bersabda “Berinfaklah semampumu, dan jangan menahan hartamu, niscaya Allah akan menahan karunia-Nya bagimu“ (HR. Muslim dan Nasai).
Imam Al-Qurthubi, “Jika seseorang meyakini Allah sepenuhnya, pasti Dia akan memberikan rezeki kepadanya dengan tanpa disangka-sangka. Seyogianya ia mesti berinfak secara ikhlas dan tanpa banyak pertimbangan. “

MANTAPKAN NIAT DAN FOKUS IBADAH
3- Meluangkan waktu untuk Beribadah. Rasul SAW bersabda, ”Allah berfirman ‘Wahai Bani Adam, fokuskanlah hati kalian dalam beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan lapangkan hatimu, dan Aku penuhi kebutuhanmu. Kalau kamu tidak memfokuskan ibadah kepada-Ku, maka Aku akan penuhi hatimu dengan kesibukan dan kebutuhanmu tidak akan Aku penuhi “ (Hadis qudsi riwayat Ahmad,Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim). Secara umum hadis tersebut menurut imam Al’Ala’i menjelaskan bahwa hati seseorang jangan terlena dengan kesibukan dunia, hingga ia tidak menunaikan bentuk ketaatan kepada Allah. Dalam menafsirkan firman Allah surah Al Insyirah ayat 7, Ibnu Katsir menuturkan, “Jika kalian telah selesai melakukan pekerjaan-pekerjaan duniawi, bersungguh-sungguhlah menunaikan ibadah dengan tekun. Lalu fokuskan hatimu dan ikhlaskan niatmu.” Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan meluangkan waktu dan memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah dapat membukakan pintu rezeki.

SEMANGAT
4- Bersegera Mencari Rezeki di Pagi hari. Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi. Semoga keberkahan selalu tercurah bagi umatku yang beraktifitas di pagi hari “ (HR.Thabrani). “Shahr Al-Ghamidi menjelaskan, bahwa Rasulullah mengutus pasukan perang di akhir waktu siang. Sementara itu Shahr sebagai seorang pedagang, sering membawa barang dagangannya di pagi hari. Akhirnya ia sering mendapatkan keuntungan yang berlimpah, hingga hartanya banyak. (HR. Bukhari)

SILATURAHIM
5- Bersilaturrahim. Rasul SAW bersabda, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya, dan dipanjangkan umurnya,maka sambunglah tali silaturrahim “ (HR.Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasai). Dalam hadis qudsi Allah berfirman, “Siapa yang menyambung silaturrahmi, maka akan Aku sambung rahmat-Ku untuknya. Dan siapa yang memutuskan silaturrahmi, maka Aku putuskan pula rahmat-Ku untuknya “ (HR. Tirmuzi dan Abu Daud). Rahmat Allah itu bentuknya beraneka ragam, dan jumlahnya tidak terhitung. Ia bisa berupa kemudahaan dalam segala urusan, ketenangan dalam menjalani hidup, kesehatan jasmani dan rohani, keluasan rezeki dan sebagainya.
 
BERSYUKUR
6- Senantiasa bersyukur. Allah berfirman “ … Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih “ (Ibrahim 7).
Imam Al Manshur berkomentar “Wahai manusia, jangan sekali-kali kalian mengusir kenikmatan rezeki dengan meninggalkan syukur. Sebab, dengan meninggalkan syukur, justru kalian tengah mengundang bencana. “ Syukur adalah satu pembuktian atas begitu banyaknya nikmat yang kita rasakan dalam hidup ini.Salah satu hal yang harus kita syukuri adalah rezeki pemberian Allah. Cara mensyukurinya adalah dengan “mengalirkannya“ kepada orang yang membutuhkan. Ibarat air, jika tidak dialirkan akan tersumbat. Demikian pula dengan rezeki, jika tidak dialirkan, saluran rezeki akan tersumbat,
 
Rezeki akan selalu dipermudah bagi orang-orang yang memudahkan rezeki orang lain, "dan Allah senantiasa menolong hamba-hamba-Nya,selama hamba itu suka menolong saudaranya."al hadits

Wallahu a'lam bisshawab

MAKNA DIBALIK 1 SYAWAL ( iDUL fITRI )



AJARAN SUNAN BONANG TENTANG PUASA
 
Banyak  manusia yang mampu ‘melihat’ tetapi belum mampu ‘merenungkan’ tentang hakikat puasa ramadhan.

Sunan BONANG tentang Puasa Ramadan dan Hari Raya 1 Syawal melalui 2 simbol di budaya jawa (pernah ditulis Harian Jawa Pos)

Sunan Bonang : umat moeslim  harus berpuasa dgn benar spya bisa menikmati KUPAT.

KUPAT (Ketupat) adalah makanan khas menu utama saat lebaran. Nasi putih yang dimasak di dalam JANUR ,daun kelapa yang masih muda nan putih indah.

KUPAT janur merupakan perlambang JATINING NUR (kembali ke fitrah), yakni hati putih bersih karena telah puasa dengan keihlasan dan kesungguhan. Sesuai dgn hadist nabi : “Barang siapa berpuasa di bulan ramadhan dengan iman dan penuh kesungguhan akan diampuni dosanya yang telah lalu”

Kupat juga berarti sebagai LAKU SING PAPAT atau empat kondisi bathin manusia setelah berpuasa dgn benar yakni LEBAR, LEBUR, LUBER, LABUR.

Mukmin yang berpuasa (Laku Poso) dgn ikhlas, iman dan ihtisaab ketika lebaran  akan mendapat empat kondisi bathin.

1. LEBAR : terselesaikan wajib puasa.
2. LEBUR : Melebur/terhapus dosa yang masa lalu.
3. LUBER : berlimpah ruah pahala amal baik.
4. LABUR : pesonaspiritual bersih diri, dan cerah bercahaya wajahnya.

Petuah Sunan Bonang : JATINING NUR dan LAKU SING PAPAT adalah bahan refleksi dalam beribadah.

ORANG YANG PUASANYA BERHASIL, pertama-tama akan ditandai oleh :
A. Perubahan perilaku dari yang semula tidak baik menjadi baik.
~menjadi pengendali amarah /emosi dan akan terbiasa untuk berkata lemah lembut.

B. Dari yang semula baik menjadi lebih baik.
~Mereka kembali ke fitrah adalah mereka yang TAWADLU’ jauh dari kesombongan dan tidak sewenang-wenang atau melanggar hak-hak orang lain.
~Seseorang gemar beribadah, bertambah jadi gemar bersedekah dengan rasa yang ikhlas.
~Menimbulkan kelembutan dan kesejukan, menghargai orang lain.
~Orang yang lembut dan santun terhadap manusia-manusia lain tetapi sekaligus tegas dan berani melawan ketidakadilan.

Seharusnya hasil JATINING NUR dan KUPAT ini dijaga terus menerus dan meningkat, janganlah hanya seperti "proyek spiritual selama Ramadhan" bulan syawal dst tetep maksiat lagi

Janur asal kata Arabnya " ja'a nurun ". ja'a berarti datang atau turunnya;  Nur'un berarti cahaya. " Sing sopo wong e poso ning sasi Romadhon kanthi ikhlas, bakal ketekan Nur/Cahaya (malaikat) bakal aweh ganjaran seko Gusti Pangeran hakaryo jagad. (nukilan kotbah Kyai sepuh d Jombang-awal Romadhan 1436H/2015 M)

Semoga berkenan, salam Janur Kupat sahabat.


RAMADHAN ADALAH BULAN AL QUR'AN


Penyusun: Ummu Rumman
Muraja’ah: Ustadz Abu Salman

Kembalilah pada Kitabullah, Al Qur’an Al-Karim
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk pada (jalan) yang lebih lurus.” (QS. Al Isra’ 9)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tinggalkan pada kalian Kitabullah, yang jika kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan tersesat.” (HR. Muslim dan At-Turmudzi)

Allah telah menurunkan Al-Qur’an untuk diimani, dipelajari, dibaca, ditadabburi, diamalkan, dijadikan sandaran hukum, dijadikan rujukan dan untuk dijadikan obat dari berbagai penyakit dan kotoran hati serta untuk hikmah-hikmah lain yang Allah kehendaki dari penurunannya. Ukhty, pahamilah hal ini…


Selamatkanlah dirimu dengan bertaqwa kepada Allah. Tanamkanlah kemauan yang keras untuk mengambil manfaat dari Al Qur’an dalam segala hal yang memungkinkan. Demi Allah, semakin engkau berusaha mendekatinya, merenungi dan men-tadabburi, maka semakin banyak kebaikan yang akan engkau dapatkan.

Perbaguslah dan Perbanyaklah dalam Membacanya

Adapun membacanya, maka itu disyari’atkan dan disunnahkan memperbanyak membacanya serta mengkhatamkannya sebulan sekali, namun ini tidak wajib. Seandainya engkau bisa mengkhatamkannya kurang dari sebulan lakukanlah karena itu lebih bagus, akan tetapi jangan sampai kurang dari 3 hari.

Ukhty, Tidakkah Engkau Menginginkan Pahala yang Banyak dari Rabbmu ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang membaca Al Qur’an sementara dia mahir, maka dia bersama malaikat para penulis, yang mulia lagi berbakti, dan orang yang membaca Al Qur’an dan terbata-bata membacanya karena hal itu sulit baginya, maka dia mendapat dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih)

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengangkat derajat banyak kaum dengan Al Qur’an dan menghinakan yang lain dengannya pula. Maka apa yang sudah kita usahakan agar derajat kita terangkat di sisi Allah. Menginginkan suatu hal takkan ada artinya kecuali kita bangkit dan bertindak untuk mencapai yang kita inginkan.

Raihlah Derajat Tinggi di Surga dengan Menghafalnya

Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan dikatakan kepada penghafal Al-Qur’an jika dia telah memasuki surga: ‘Baca dan naiklah.’ Kemudian dia membaca dan naik bersama setiap ayat satu tingkatan. Sampai dia membaca ayat terakhir yang ia hafal.” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi dan Al-Hakim)

Dalam lafadz Tirmidzi, akan dikatakan pada para penghafal Al-Qur’an: “Bacalah, naiklah, dan bacalah dengan tartil sebagaimana ketika di dunia kau selalu baca dengan tartil. Maka sesungguhnya tingkatan derajatmu pada ayat yang terakhir engkau baca.” (HR Tirmidzi)

Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku pernah bertanya kepada Aisyah rodhiyallahu ‘anha tentang penghafal Al Qur’an yang memasuki surga, apa keutamaannya jika dibandingkan dengan orang yang tidak menghafalnya. Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab, “Sesungguhnya tingkatan surganya adalah sejumlah ayat-ayat Al Qur’an. Maka tidak ada seorangpun yang melampaui derajat penghafal Al Qur’an di dalam surga.” (HR. Al-Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah, dan Al Baghawi)

Ya ukhty, cobalah menghafal beberapa ayat Al Qur’an dan rasakan bagaimana iman akan mengalir di dalam kalbu. Nikmatilah ketenangan yang kau dapatkan setiap kali mengulangi bacaan tersebut. Betapa rindunya hati ini untuk mendengar lantunan ayat-ayat mengenai keindahan surga… dan kekerasan hati menjadi luluh ketika mendengar ayat akan kengerian neraka.

Sesungguhnya dengan menghafal Al-Qur’an, kita bisa menghitung derajat kita di dalam surga. Sesungguhnya dengan satu ayat kita akan bisa menaiki satu derajat. Maka, tidakkah kita ingin mencapai tingkat surga yang setinggi-tingginya. Janganlah memuaskan diri dengan ingin masuk surga derajat terendah. Berharaplah dan kejarlah surga derajat tertinggi…

Bingkisan Istimewa untuk Saudariku yang Berkeinginan dan Berusaha Menjadi Penghafal Al Qur’an

Ya ukhty, kini telah hadir keinginan untuk menghafalkan Kitabullah. Kita telah menanamkan semangat yang kuat, tapi seiiring berjalannya waktu kejemuan mulai melanda, kesibukan-kesibukan lain menghadang, menghafal Al Qur’an menjadi terasa sulit… maka bacalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, “Jagalah (hafalan) Al-Qur’an, demi Dzat yang jiwa saya ada tangan-Nya, sesungguhnya Al-Qur’an itu sangat cepat terlepas melebihi (lepasnya) unta dari ikatannya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dari hadits Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu no. 5033, kitab Fadha’il Al-Qur’an bab 23, dan Imam Muslim juga dari Abu Musa no. 1/23-(791), kitab Shalat Al-Musafirin bab 33)

Bagaimanakah agar Ikatan Unta Tidak Terlepas ?

Tentulah dengan mengikatnya dengan kuat kemudian menjaganya. Ukhty, Al-Qur’an membutuhkan banyak-banyak mengulang dan membaca. Bila engkau telah hafal satu surat, maka seringlah membaca dan mengulang-ngulangnya sampai mantap dan kuat, jangan pindah ke surat lain, kecuali bila engkau sudah menghafalnya dengan mantap.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk dijadikan pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?” (QS. Al-Qamar: 17)

Dan yang menentukan adalah kemauan orang dan ketulusan niatnya. Bila dia memiliki kemauan yang tulus dan keseriusan terhadap Al-Qur’an, maka Allah akan memudahkan dia untuk menghafalnya dan menjadikan Al-Qur’an itu mudah untuk dihafal.

Engkau bisa menambah hafalan di pagi hari setelah sholat Shubuh atau di waktu lain engkau lebih bisa berkonsentrasi. Lalu engkau bisa mengulangnya pada hari itu. Perlukah waktu khusus ukhty ? Tidak. Engkau bisa mengulanginya ketika engkau sholat, berjalan menuju kampus, atau ketika menunggu kedatangan temanmu. Engkau bisa membacanya di berbagai tempat dan waktu, asal engkau tetap menjaga adab-adabnya.

Ukhty, semoga Allah meluruskan niatku dan niatmu. Mohonlah kemudahan dari Allah. Katakanlah pada dirimu, sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan kesulitan yang dihadapi. Katakanlah, dagangan Allah itu teramat mahal. Takkan bisa kita dapatkan kecuali dengan kesungguhan, kerja keras dan kesabaran. Katakanlah, tak ada lagi kesulitan setelah masuk surga, dan tak ada kebahagiaan secuil pun di dalam neraka. Dan bukankah yang kita tuju adalah kebahagiaan abadi di dalam surga-Nya serta kenikmatan melihat wajah-Nya…

Ukhty Muslimah, Didiklah Anak-Anakmu untuk mencintai Al-Qur’an, serta Memperbanyak Membaca dan Menghafalnya

Ya ukhty, bingkisan terakhir untukmu… sesungguhnya orang yang menunjukkan kepada seseorang kebaikan maka akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. Maka didik dan doronglah anak-anakmu untuk membaca, mentadabburi, serta menghafal Al Qur’an. Ketika engkau merasa jemu atau lelah dalam mengajar mereka, bayangkan balasan yang akan engkau dapatkan setiap kali anak-anakmu membaca Al-Qur’an. Semoga semua usahamu untuk mendidik mereka mendapat balasan yang lebih baik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita memohon pada Allah agar ditolong dan dimudahkan dalam membaca, mempelajari dan menghafal, serta mengamalkan kandungan Kitabullah. Semoga Al Qur’an bisa menjadi pemberi syafa’at dan menolong kita di akhirat kelak.

Minggu, 12 Juli 2015

PRESIDEN INDONESIA YANG TDK TERTULIS DALAM SEJARAH


Hingga saat ini bangsa Indonesia hanya mengenal tujuh presiden yang pernah memimpin NKRI.  Masyarakat pastinya fasih ketika harus menghapal ketujuh nama presiden, mulai dari Ir Soekarno hingga sekarang presiden Joko Widodo.  Namun tahu kah anda bahwa ternyata ada dua nama lagi yang pernah menjabat negeri ini? Mereka luput dan terlupakan dari sejarah, bahkan tidak banyak yang mengenalnya.


Adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat yang pernah memimpin Indonesia pada masa-masa genting. Sayang, usia memimpin yang relatif singkat membuat nama kedua tokoh ini tidak dikenal. Padahal tanpa mereka, Indonesia bisa saja direbut kembali oleh penjajah karena kondisi pemerintahan dalam keadaaan kosong. Siapa sebenarnya mereka dan bagaimana perjalanan dalam memimpin Indonesia? Berikut ulasannya. 



Kisah Sjafruddin Prawiranegara dan Assaat yang terlupakan
Sjafruddin Prawiranegara memimpin saat Presiden Soekarno dan Mohd Hatta di asingkan oleh Belanda pada Agresi Militer Belanda kedua. Saat itu Belanda habis-habisan menggempur Yogyakrta. Selain dua tokoh nasional tersebut,  Belanda juga menangkap pemimpin Indonesia lainnya untuk di asingkan ke Pulau Bangka. Belanda menyiarkan kabar bahwa Indonesia sudah bubar, karena pemimpin-pemimpinnya sudah mereka tawan. 



Beruntung Sjafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat sehingga terhindar dari pengasingan. Ia lantas mengusulkan untuk pembentukan pemerintahan darurat demi meneruskan pemerintahan RI. Hal ini senada dengan telegraf yang dikirmkan Ir Soekarno yang memberi kuasa kepada Sjafruddin Prawiranegara untuk memimpin pemerintahan.



Ia kemudian menggelar rapat pada 19 Desember 1948 yang bertempat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi. Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan yang langsung menyetujui pembentukan suatu Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Hal ini semata-mata dilakukan demi NKRI agar tidak mengalami kekosongan kekuasaan. 



Akhirnya pada 22 Desember 1948, PDRI diproklamirkan dan Sjafruddin menjadi  pemimpinnya. Ia dibantu oleh kabinetnya diantaranya  T.M. Hasan, S.M. Rasjid, Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Sementara Jenderal Sudirman tetap menjadi Panglima Besar Angkatan Perang.



PDRI saat itu menjadi satu-satunya musuh Belanda. Semua tokoh-tokohnya terus bergerak mengusir penjajah. Bahkan hingga sampai harus bermalam di hutan rimba untuk menghindakan diri dari serangan. Rombongan ini kerap tidur di semak belukar di pinggiran sungai Batanghari dan kekurangan pasokan bahan makanan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan. 



Perjuangan mereka ternyata membuahkan hasil. Pada pertengahan tahun 1949, posisi Belanda semakin terjepit karena agresi besar-besaran yang diluncurkan ke Indonesia mendapat kecaman internasional. Mereka tidak pernah berkuasa penuh dan akhirnya memilih berunding dengan utusan Soekarno-Hatta yang saat itu masih berstatus tawanan. 



Akhirnya perundingan  menghasilkan Perjanjian Roem-Royen. Setelah perjanjian ini  Sjafruddin kemudian  mengembalikan pemerintahan kembali kepada Ir Soekarno pada 13 Juli 1949. Ini berarti masanya menjabat sebagai presiden selama kurang lebih delapan bulan untuk melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.



Sementara itu Mr. Assaat pernah menjadi pemimpin Indonesia saat Indonesia mengalami gejolak yang sama. Tepatnya pada tahun 1949 Ia terpilih menjadi presiden saat republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS merupakan negara yang dibuat oleh Belanda dan terpisah dari NKRI. 



Tepatnya setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) dimana Belanda menetapkan Ir Soekarno dan Hatta menjadi presiden dan Perdana Menteri RIS. Itu berarti terjadi kekosongan kekuasaan di Republik Indonesia sendiri. 



Tokoh Indonesia sudah membaca kelicikan Belanda yang akan menguasai Indonesia jika negeri ini mengalami kekosongan kekuasaan. Akhirnya dipilihlah Assaat sebagai Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Jika Ia tidak berkuasa, Belanda tentu saja akan dengan mudah untuk menguasai Indonesia. 



Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1950 RI dan RIS melebur menjadi  Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya masa jabatan Assaat sebagai presiden RI  sekitar sembilan bulan. Kursi kepemimpinan kemudian dikembalikan lagi kepada Ir. Soekarno. 



Perjuangan mereka tentu saja tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak ada keduanya, mungkin saja kisah Indonesia tidak seperti dalam buku sejarah yang kita baca di sekolah. Sayang, nama keduanya seolah hilang dan tidak diabadikan. Meski jasanya tidak kalah hebat dengan presiden yang memiliki catatan periode lima tahun atau lebih. *

Sabtu, 04 Juli 2015

N U Z U L U L Q U R 'A N

Disuatu malam dimasa silam
Tatkala bulan sedang temaram
Semesta bertasbih dalam diam
Turunlah rahmat semesta alam..

Al-Qur'an itu awal mukjizat
Penempa iman selalu kuat
Jadikan jiwa selalu sehat
Jadikan prinsip teguh dan liat

Awalnya turun suruh membaca
Rasul gemetar mata berkaca
Dituntun Malaikat tiada cerca
Jiwa tenang tanya membuncah. ..

Wahyu pertama ayatnya lima
Belum bernomor belum bernama
Namun isinya sangat utama
Perintah baca dengan ber-asma

Pada Ilahi teruslah dzikir
Pencipta dari setetes air
Supaya kesadaran selalu mengalir
Kemana hidup akan berakhir

Awal membaca dengan ta'awuz
Ditata rapi kedalam juz
Biar jangan nafsu ambisius
Tamatkan bacaan sekaligus. .

Selain belajar dengan menghafal
Renungkan maknanya dengan akal
Niscaya akan menambah bekal
Lemahkan nafsu berbuat nakal

Hafiz adalah penghafal Qur'an
Jiwanya bersih dari kotoran
Mudah terpanggil oleh seruan
Kata dan laku harus sepadan..

Isi Al-Qur'an terbagi dua
Berita ancaman dan bahagia
Mari amalkan sambil berdoa
Kiranya kita diberi Surga

Al-Qur'an itu memang Mukjizat
Sebagai penenang sebagai obat
Walau jumlahnya ribuan ayat
Banyak yg hafal tanpa tersilat..

Mari sahabat kita berduyun
Baca Al-Qur'an boleh dialun
Setelah itu jadikan penuntun
Bekal kelak atau sekarangpun

Rangkian ini adalah syair
Bukan puisi dan pantun terakhir
Berharap nanti kan bisa hadir
Agar nasihat saling diukir

Wahai hamba berbual kata
Dekatkan engkau pada pencipta
Sudahkan ada bukti kau cinta..??
Dimalam sunyi asyik bersuka

Sudahkah Al-Qur'an sering dibuka..??
Fikir dan dzikir dimana suka
Dengan nama-Nya hilangkan duka
Takut siksa-Nya kelak dineraka..?,

Wahyu pertama di gua hira'
Turun kepada hamba yg wara'
Sifatnya mulia tak hura hura
Akhlaqnya bagai intan mutiara

Dialah Rasul si anak yatim
Sifatnya amanah didaulat hakim
Senang menyambung silahturrahim
Lembut jiwanya bersifat Rahim

Usia muda sudah berjuang
Ikut pamannya pergi berdagang
Tak ada cacat tak ada sumbang
Semua sahabatnya sangatlah senang

Diberi wahyu ia gemetar
Merasa diri baca tak pintar
Diberi amanah yg sangat besar
Keringat mengalir basah keluar

Datanglah juga wahyu kedua
Siarkan agama secara terbuka
Istri dan anak diajak serta
Kaum kerabat dihimbau pula

Beratnya tantatangan didepan mata
Jiwa ditempa sabar ditata
Untunglah ada istri tercinta
Selalu didampingi walau dinista

Turunlah surat Mudatsir
Jalankan dakwah dipadang pasir
Sampaikan ayat walau diusir
Itulah riwayat Nabi terakhir

Al-Qur'an turun jadi mukjizat
Didengar Umar ia bertaubat
Dengkinya lawan semakin hebat
Menjadi musuh sanak dan kerabat

Perintah datang untuk bertauhid
Ada pengikut walau sedikit
Diancam bunuh disiksa sakit
Tak gentar walau ditindih bukit

Itulah Rasul pembawa Al-Qur'an
Pusaka abadi ummat pilihan
Takkan berubah sepanjang zaman
Tak lekang panas tak lapuk hujan

Jadikan Al-Qur'an sebagai imam
Isinya mulia bak mutiara manikam
Rajin membaca akan terekam
Didalam jiwa yg paling dalam

Al-Qur'an kitab yg pasti benar
Jadikan ia panutan tegar
Diakhir nanti akan bersinar
Bagai cahaya menjelang fajar

Inilah syair Nuzulul Qur'an
Ditulis hamba dalam renungan
Semoga berguna untuk sekalian
Supaya hidup disayang Tuhan

Puasa telah lewat tujuh belas
Inginnya hamba kan naik kelas
Lapar haus harap membekas
Diakhir nanti mendapat balas

Kututup syair hari besar Islam
Dengan kalimat dan untaian salam
Berakhir sudah berati khatam
Selamat puasa tunggu buka entar malam

Aamiin Yaa Rabbal'Aalamiin
Santun sore &Salam jelang Fardhu Ashar sahabat hatiku

Jumat, 03 Juli 2015

TIGA HARUS DIPERJUANGKAN DI INDONESIA

Di Indonesia yang harus diperjuangan ada tiga hal utama yaitu :

1. Penguasaan Ilmu dan Teknologi agar bisa mengikuti perkembangan alam dan jaman, minimalnya bisa sama dengan negara-negara berkembang. Namun jangan lupa pembangunan mental dan spiritual juga harus bisa mengimbanginya. Karena bila pincang, maka akan rusaklah bangsa ini ;

2. Pemerataan dan keadilan hukum. Pemerataan dalam segala bidang dan hukum harus ditegakkan, tidak ada perbedaan, semuanya dianggap memiliki hak yang sama ;

3. Pemurnian kehidupan politik. Maksudnya lebih mengutamakan kepentingan umum daripada mementingkan kepentingan pribadi atau golongan ;

Sumber  :  Sayidiman Suryodiprojo pada Harian Terbit tanggal 14 Desember 1990

Dari yang tiga tersebut bisa ditambahkan dengan , misalnya :

4. Pemerataan pendidikan dari kota ke desa, dari pusat ke daerah karena keduanya saling menunjang

5. Pemerataan pembagian hasil dari pulai pusat sampai ke daerah ;

6. Beberapa pemerataan lainnya .

Sumber : Baihaqi A . K , analisis tambahan

Jumat, 05 Juni 2015

RINDU DALAM HATI

 Malam kian larut berselimut sunyi..

Dalam hening nya seolah angin berkirim pesan ingatan rindu dalam hati ..

Dalam diam ku tertaut wajah mu ..

Dalam setiap deru nafas ini hanya kamu ku hayalkan...

Mungkin hanya kamu yg Tak pernah ada keraguan  

Karena telah kusetiakan rindu ini untukmu  

Seiring angin malam yang berhembus mengikuti perginya waktuku ..

Di bawah sinaran rembulan dan bintang dari sebuah khayalan dan harapan terindah tentangmu ..

Kasih ...Kan ku abadikan rindu ini dalam sudut ruang hatiku... 

Hingga nanti tuhan memberi jawaban doa rindu ini pada mu