Jumat, 06 Mei 2016

MENGGALI MUTIARA KEUNGGULAN BANGSA DI BAWAH JEJAK RERUNTUHAN KOLONIALISME BARAT

MENGGALI MUTIARA KEUNGGULAN BANGSA DI BAWAH JEJAK RERUNTUHAN KOLONIALISME BARAT
Oleh: K Ng H Agus Sunyoto
Tidak terima dengan pandangan Sufi Sudrun yang menyatakan lembaga pendidikan Barat secara sistematis membodohkan peserta didiknya, yang bermakna orang bersekolah menjadi tambah bodoh, Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D, minta dilakukan dialog terbuka pada Rabu pagi bakdal Subuh dengan tema “pendidikan sekolah, mencerdaskan atau membodohkan manusia?”. 
Dengan ciri khas akademisi yang ‘mahatahu’, ‘mahabenar’, ‘mahajenius’, ‘mahakuasa’ yang tidak terkalahkan,yang berdiri di atas permadani ketidak-bersalahan Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D, memaparkan bagaimana sistem persekolahan (schooling system) telah membuka cakrawala baru bagi bangsa Indonesia.
 “Andaikata tidak ada sekolah, bangsa kita pasti masih merayap di tanah dan bergelantungan di pohon atau paling tidak sangat-sangat primitive seperti terlihat pada film documenter ini!” kata Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D menunjuk layar LCD Player yang memutar film dokumenter berjudul Moeder Dao.

Sufi Sudrun bertepuk tangan sambil berkomentar,”Itu rangkaian film yang dibuat antara tahun 1913 sampai 1930. Itu jadi bukti kolonial betapa primitif dan tololnya inlander Hindia Belanda yang tidak sekolah.”

Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D, tersenyum. Sekejap kemudian berkata lantang,”Asal tahu, tahun 1909 tercatat dalam data orang Indonesia yang melek huruf baru 1%. Sedang yang 99% buta huruf. Padahal, tahun 1908 dinyatakan sebagai Kebangkitan Nasional. Siapa yang bangkit? Rakyat buta huruf yang 99% itu?”

“Interupsi professor!” sahut Sufi Sudrun menyela,”Darimana angka 1% melek huruf dan 99% buta huruf itu Anda peroleh?”
“Hasil sensus!”

“Hasil sensus?” tukas Sufi Sudrun menekan tinggi suara,”Apakah 99% yang buta huruf dari penduduk Indonesia saat itu termasuk di dalamnya para kyai, santri, haji, dan warga lulusan pesantren yang melek huruf Arab dan melek huruf pegon serta melek huruf Jawa? Apakah mereka yang bisa baca dan tulis al-Qur’an disensus sebagai warga buta huruf?” 
“Maksud saya, buta huruf latin.”

“Wahaha, kalau buta huruf latin, itu memang disengaja oleh golongan santri karena mereka tidak sudi belajar membaca tulisan penjajah. Jadi kalau bikin statemen harus jelas. Penduduk yang 1% itu, melek huruf latin. Yang 99% melek huruf Jawa, huruf pegon, huruf Arab, huruf Sunda, huruf Bali, huruf Bugis-Makassar, huruf Mandailing, dan lain-lain. Oke, lanjutkan!” kata Sufi Sudrun mempersilahkan.

Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D memaparkan bagaimana pendidikan sekolah telah mencetak berpuluh ribu sarjana, insinyur, magister, doctor, dan professor yang menjadikan Indonesia sebagai Negara maju dan terpandang di dunia. 
Andaikata tidak ada sekolah, ungkap Prof Nafaq al-Bahluli, dapat dibayangkan Negara Indonesia akan tetap menjadi Negara terjajah karena penduduknya bodoh, buta huruf, terbelakang, primitif, tidak modern, tidak mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi. “Siapa bilang pendidikan sekolah membodohkan manusia?” kata Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D menyindir,”
Sungguh, tanpa pendidikan sekolah bangsa ini tidak pernah mencapai dunia modern seperti sekarang ini. Tanpa sekolah, orang di negeri ini hanya memakai sarung, baju takwa, kopiah, bakiak, dengan alas tikar, lampu minyak, dan kitab-kitab kuno dari abad pertengahan.”

“Apakah tanpa sekolah negeri ini akan primitive, tidak modern?” tanya Sufi Sudrun.
“Silahkan dilihat film Muder Dao itu sebagai bukti!” sahut Prof Nafaq al-Bahluli sinis.

“Menurut professor, mulai kapan bangsa pribumi Hindia Belanda ini mengenal sekolah?”
“Tentu saja semenjak diterapkannya Etische Poliriek!”

“Tahun berapa itu prof?”
“Tahun 1901!”

“Ooo begitu ya,” Sufi Sudrun manggut-manggut,”Berarti sebelum tahun 1901 bangsa Indonesia ini primitif, bodoh, buta huruf, terbelakang, biadab, tidak berbudaya, tidak mengenal ilmu pengetahuan, dan teknologi karena tidak sekolah. Begitukah Prof?” 

Prof Nafaq al-Bahluli Ph.D diam seperti ragu-ragu untuk menjawab.
“Professor pernah baca catatan Wan Zen, pegawai di pelabuhan Sanghai pada abad ke-3 Masehi tentang kapal-kapal Kun Lun yang datang dari selatan yang memiliki ukuran 200 kaki (70 meter), tinggi geladak dari permukaan laut 30 kaki (10 meter), yang dimuati 700 penumpang dan mengangkut barang seberat 10.000 houw?”
Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D menggeleng.

“Professor pernah membaca perjalanan I Tsing ke India pada abad ke-5 Masehi yang menggunakan kapal berukuran sangat besar seperti yang dicatat Wan Zen, yaitu panjang 200 kaki dan dinaiki 700 orang?” tanya Sufi Sudrun.

“Perjalanan I Tsing saya pernah baca. Saat kapalnya terdampar di Jawa. I Tsing memesan kapal dengan ukuran yang sama, yang selesai dalam waktu lima bulan. Memangnya kenapa?” kata Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D heran.

“Menurut professor, kapal yang dibuat orang Jawa pada masa I Tsing abad ke-5 yang juga sudah dicatat Wan Zen abad ke-3 Masehi itu, apakah dibuat orang berpendidikan sekolah? Ilmu pengetahuan dan teknologi dari sekolahkah yang digunakan orang-orang Nusantara pada masa itu?” tanya Sufi Sudrun.
Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D terdiam.

“Maaf prof,” kata Sufi Sudrun minta penjelasan,”Pernahkah professor membaca catatan Portugis tentang kapal-kapal Jawa yang membawa beras untuk diperdagangkan ke India pada dasawarsa 1510 Masehi?”
“Tentu pernah.”

“Menurut catatan Portugis, berapa kira-kira ukuran kapal beras waktu itu?”
“Sekitar 800 ton.”

“Hmm kapal kayu dengan berat 800 ton?” Sufi Sudrun manggut-manggut,”Berarti lima kali lebih besar dari kapal Portugis.”
Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D diam.

“Saya pikir professor sudah membaca kenapa kapal-kapal ukuran raksasa itu tiba-tiba menghilang dan tidak lagi berkembang?” kata Sufi Sudrun dengan nada tanya.\
“Ya kapal-kapal raksasa itu sangat lamban sehingga sering dirampok Portugis. Berasnya dirampas untuk membayar upah prajuritnya,” kata Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D, “Lalu orang-orang Jawa membuat kapal yang lebih kecil agar dapat menghindar dan lari dari kejaran kapal Portugis yang menghadang.”

“Berarti orang-orang Indonesia yang tidak kenal pendidikan sekolah sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, ya prof?” kata Sufi Sudrun menyindir.
Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D diam menarik nafas berat.

Sufi Sudrun melanjutkan pembicaraan menyangkut pengetahuan orang-orang Indonesia kuno yang di abad pertama Masehi sudah menciptakan sistem kalender surya sengkala (syamsiyyah) dan rembulan (candra sengkala) yang dikembangkan dan digunakan hingga saat sekarang ini. “Jika tahun 78 Masehi bangsa ini sudah memiliki kalender, apakah para sarjana, magister, doctor, professor didikan sekolah ada yang mampu membuat sistem kalender baru khas Nusantara?”
Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D diam tak menjawab.

Sejak abad ke-4 Masehi, ungkap Sufi Sudrun, orang Nusantara sudah mengenal aksara meski meminjam aksara Pallawa yang dilanjut aksara Dewanagari. Namun sejak abad ke-8 sudah tercipta aksara Jawa Kuno yang digunakan menulis prasasti-prasasti dan kitab-kitab. Setelah itu tercipta aksara Bali, Sunda, Batak, Bugis-Makassar, Lampung, aksara Jawi atau Pegon. “Apakah para sarjana, magister, doctor, professor didikan sekolah ada yang mampu menciptakan aksara khas Nusantara?” kata Sufi Sudrun dengan nada tanya.
Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D termangu-mangu dengan dada naik turun.

Pertengahan abad ke-7, Sufi Sudrun memaparkan, KUHP pertama Nusantara yang disebut Kalingga Dharmasashtra diterapkan. Pada masa Wisynuwarddhana di paruh pertama abad ke-13 KUHP Kalingga disempurnakan dengan nama baru Purwadigama Dharmasashtra. Pada paruh pertama abad ke-14 Gajah Mada menyempurnakan Purwadigama menjadi Kutara Manawa Dharmasashtra. Di jaman Demak dibuat KUHP Angger Suryangalam. Di era Pajang dibuat KUHP Jugul Muda. Di era Mataram terdapat KUHP Angger Gunung, Angger Arubiru, Angger Pradata Dalem, dan lain-lain. Di era kolonial, penjajah Belanda membuatkan KUHP untuk pribumi inlander yang disebut HIR. “Nah di era kemerdekaan hingga sekarang ini, adakah sarjana, magister, doctor, professor didikan sekolah yang mampu mencipta KUHP Nusantara?” kata Sufi Sudrun bertubi-tubi. 
Prof Nafaq al-Bahluli diam kelihatan tertekan.

Sufi Sudrun tak sampai hati meneruskan pandangannya yang membongkar fakta keunggulan bangsa Indonesia sebelum mengenal pendidikan sekolah. 
Sufi Sudrun hanya menjelaskan bahwa semenjak mengenal pendidikan sekolah, bangsa Indonesia malah merosot dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
Pendidikan sekolah terbukti belum mampu melahirkan seorang ilmuwan unggul yang memberikan sumbangan pengetahuan dan teknologi kepada bangsanya. 
Orang-orang didikan sekolah hanya mampu memposisikan diri sebagai “agen penyalur” ilmu pengetahuan dan teknologi Barat. “
Jadi saya tidak merendahkan, melainkan mengungkapkan fakta betapa sejak belajar di sekolah bangsa kita tidak mampu melahirkan ilmuwan-ilmuwan seperti leluhur kita di masa lalu, sebaliknya hanya saling pamer gelar akademik, dengan kedudukan sebagai bangsa konsumen yang mengkonsumsi ilmu-ilmu dan teknologi Barat.”

Senin, 02 Mei 2016

ANAK ADALAH ANUGERAH ALLAH SEKALIGUS JUGA TITIPAN ALLAH

Anak Adalah Anugrah..


Mendidik anak adalah sebuah seni yang menarik namun sangat memerlukan ilmu. Paduan yang pas dan seimbang antara ilmu, logika dan perasaan, akan menghasilkan keteladanan dan panutan bagi sang anak. Hal tersebut juga akan turut menentukan kualitas pertumbuhan, kesehatan, serta kecerdasan mental atapun spiritual bagi sang buah hati..

Tugas orang tua pada intinya adalah mengenalkan anak agar mengerti tujuan hidupnya yaitu beribadah hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Penghambaan diri itu dapat dilakukan melalui berbagai aktifitas kehidupan. Katakan dengan bahasa yang mereka mengerti dan sesuai dengan umur mereka, bahwa pengakhiran sebuah kegiatan, kerja, ataupun aktifitas lain, dilakukan hanya untuk Ridho Allah semata..

Dan seiring waktu, ketika anak tumbuh dewasa, hal ini menjadikan anak tidak lagi gamang menatap kehidupan, dimanapun, kapanpun, dan berpartner dengan siapapun. Dia tak akan merasa rugi karena nilai mutlak sebuah pengabdian kepada Allah adalah selalu berintikan kepada kebaikan. Ketika seorang anak dapat sedikit demi sedikit memahami hal itu, maka tidak ada lain, kecuali dia akan mengarahkan dirinya menjadi orang baik, dalam susah maupun senangnya kehidupan..

Keimanan juga menciptakan pribadi anak menjadi sosok yang mandiri. Betapa tidak, keimanan membuatnya tidak lagi bergantung kepada makhluk melainkan hanya Sang Penciptanya. Dengan penuh kesyukuran dia akan selalu menggali potensi diri dan percaya bahwa dia mampu, walau saat melangkah sendiri bersama Allah Ta'ala..

Tak perlu dengan bentakan, tak perlu dengan kekerasan. Anak hanyalah makluk yang belum tahu dan butuh proses untuk tahu. Memang perlu waktu dan kesabaran untuk memberi tahu. Masihkah kita ingat ketika kita dulu kanak-kanak dan kehidupan sangat belum terisi dengan pengertian tentang keadaan. Ya, seperti itulah keadaan mereka sekarang. Maka percuma memahamkan mereka dengan kekerasan dan bentakan. Hal itu justru akan membangun karakter keras dan pemberontak dalam diri anak. Mengapa begitu..? Karena sejatinya anak hanyalah seperti spons kering yang menyerap semua yang mereka lihat dan dengar dengan kemampuan ilmu dan pengalaman yang minim sebagai penyaringnya..

Maka bahasakan perhatian kepada anugrah anda tersebut dengan bahasa kasih sayang. lewat bahasa kasih sayang pada akhirnya dia juga akan belajar peduli dengan sekitarnya. Lewat kasih sayang mereka belajar, simpati, empati dan belajar melakukan atau menghindari pekerjaan berikut dengan pemahaman konsekuensi dari semua itu..

Apapun keinginan dan cita-cita anda atasnya ungkapkan dengan kasih sayang. Karena tidak ada ke khas an dari sebuah kasih sayang kecuali hanya kebaikan. Kasih sayang bukan berarti tuntutan, walau kita sangat menginginkan..

Kasih sayang bukan berarti menyakiti, walau kita kadang harus memberikan sedikit interupsi. Kasih sayang memahamkan anak atas akibat dari sebuah situasi tanpa harus menakuti untuk terlibat didalamnya. Kalau sudah begini, anak akan mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan dan percaya diri dalam menentukan langkah hidupnya..

Kasih sayang bukan berarti selalu melindunginya dari tantangan. Kasih sayang justru menyadarkan anak agar belajar untuk memecahkan setiap persoalan yang dihadapinya tanpa bantuan orang lain..

Kemandirianpun selanjutnya insyaAllah akan terbentuk sebagai kepribadiannya. Dia tidak mudah untuk bergantung kepada makhluk, bahkan kalau bisa dia yang mengharuskan diri untuk menolong sesamanya..

Benar-benar seorang anak adalah anugrah maka jagalah.. Kehadirannya mengubah hidup kita menjadi lebih berarti. Dia datang menawarkan hari-hari baru yang lebih indah. Karena kehadirannya, kita juga belajar arti tanggung jawab sebagai orang tua. Syukurilah dengan menjaganya baik-baik..

Maka jangan salah dalam berinfestasi, dialah yang akan membawa keuntungan dan kebahagiaan untuk kita, bahkan saat kita telah tiada. Kenali dan akrabi karunia anda tersebut sehingga Allah benar-benar melihat bahwa anda sedang dan memang pandai berterima kasih..

Dialah yang mengangkat tangannya untuk mendoakan kita saat kita telah tiada. Dengan bahasanya yang apa adanya, dia memohonkan keampunan atas semua dosa-dosa kita bahkan saat cambuk malaikat mengenai kulit kita..

Lihatlah diluaran sana, banyak sekali manusia yang memegang takdirnya untuk tidak bisa memiliki anak, bahkan walaupun hanya seorang. Mungkin dengan mudah Allah bisa mengganti peran mereka dengan anda, namun betapa Allah sangat mengasihi anda, dia berikan kebahagiaan anda lewat kehadiran tawa si kecil di rumah dan ruang hati anda..

Anak adalah kertas putih yang siap untuk anda torehkan catatan atau apapun didalamnya. Maka tuliskanlah yang baik-baik, sehingga ketika setelah bertahun-tahun catatan tersebut dibuka, maka anda akan tetap terkenang sebagai orang tua yang baik..

Bila anda menjumpai kenyataan takdir bahwa sampai sekarang Allah belum berkenan memberikan seorang anak keturunan darah daging anda, hendaknya ingatlah kisah Nabi Zakaria..
Kisah beliau tentunya akan menjadi motivator untuk terus berusaha dan berdoa. Apakah beliau bersedih saat itu..? Bahkan nabi zakaria pun sempat berkeluh kesah kepada Allah tentang dirinya yang tidak mempunyai keturunan. Beliau pesimis karena usianya sudah lanjut, tetapi yang membuat beliau istimewa adalah beliau tidak berputus asa dan terus berdoa hingga kemudian Allah menunjukkan kebesaranNya dan menghadirkan seorang anak, seperti yang tertulis dalam Alquran surat Maryam: 3-9..

Berbesar hatilah dengan senyum dan pikiran bahwa tak semua hal berjalan sesuai dengan yang kita kehendaki, bila ikhtiar dan doa telah dilakukan namun belum juga membuahkan hasil, pasrahkan saja kepada Allah. Kita mengakui Allah sebagai Rabb satu-satunya di jagad raya ini, maka kitapun harus percaya bahwa sangatlah mudah bagi Allah bila menghendaki saat ini kita langsung punya keturunan..

Percayalah, Allah punya rahasia dan skenario tersendiri atas kita, yang mungkin dengan bahasa naturalnya manusia, kita tak akan mungkin paham atasnya. Namun satu hal yang pasti, Dia adalah yang maha berkasih sayang, yang tentunya tak akan mungkin mendholimi kita dengan semua kehendaknya..

Tetaplah positif memandang hidup, jangan sampai keinginan mulia kita untuk memiliki anak dan merawatnya malah mengubah kita menjadi jahat karena sampai sekarang keinginan kita tersebut belum dipenuhi oleh Allah. Kita ambil saja hikmahnya, kita menjadi lebih dekat kepadaNya, menjadi lebih rajin beribadah..

Percayalah, bahwa Allah Maha Menyayangi hambanya, suatu hari kita akan mengerti maksud Allah meletakkan kita pada situasi sekarang. Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan doa Hambanya. Selama kita berdoa insyaAllah kita akan selalu diberi kebaikan dan keuntungan serta diampuni dosa-dosa kita oleh Allah..

Sekali lagi, skenario Allah Atas apapun yang menimpa kita adalah selalu cantik adanya. Prasangka baik kepadaNya tidak lain hanyalah memberi kebaikan..

Dan untuk anda yang telah dianugrahi anak-anak, didiklah anugrah Allah tersebut sebaik-baiknya. Titipan bisa diambilNya kapan saja, sekarang siang.. siapa tahu nanti sore kita tidak bisa menemuinya lagi. Maka, tunggu apa lagi. Berikan kasih sayang yang terbaik dari anda selalu, untuk anak-anak anda..

Semoga Bermanfaat..

PERAN ORANG TUA DI DALAM PENDIDIKAN



Ayah dan ibu mempunyai peranan yang anat penting di rumahnya di dalam mendidik anak-anaknya, walaupun anda bukan seorang guru

Dengan mendidik anak berarti anda telah memperhatikan keinginan dan bakat anak untuk ke depannya

angan menyalahkan anak bilai di rumah mendapatkan perhatian, lalu mereka mencari perhatian di luar rumahnya, lalau kebetulan bergaulnya dengan anak2 yang brokem home, yang prilakunya banyak menyimpang

Bila anda menanamkan pendidikan di rumah berarti anda sedang membuat fondasi, semakin kuat fondasi maka akan semakin kuat pula karakter dan pribadi sang anak

Jadi jangan menyalahkan anak kalau usia sudh 117 - 23 th tapi pribadinya masih kekanak-kanakan, masih kolokan, masih manja-manjaan, masih ingin diperlakukan sama seperti adik2nya yang masih belum dewasa

Itulah salah satu dampak kurangnya pendidikan di lingkungan keluarga. Jadi kesalahan besar terlatak pada kedua orang tuanya

Untuk itu mulai saat ini mari kita bina , kita didik, kita bimbing, kita arahkan anak anak kita demi masa depannya yang masih dalam gambaran yang belam jelas

Cegalah apapun yang akan banyak menghambat kemajuan dan perkembangan anak-anak kita. Binalah akhlak mereka , tuntunlah dengan budi pekerti yang luhur, tanamkan jiwa sopan santun dan adab pergaulan dengan sesama.

Tujuannya adalah agar anak-anak itu bisa menghargai kepada yang lebih muda, menghormati kepada yang lebih tua dan berendah hati dengan yang seusia.



 

PENDIDIKAN BAGI ANAK-ANAK BANGSA MUTLAK DIPERLUKAN



GEDUNG YANG BERSEJARAH DARI SEJAK ZAMAN PENJAJAHAN

Gedung ini berdiri sejak 1923 sampai sekarang, dari sejak zaman penjajahan, jaman kemerdekaan, jangan orde baru, jaman reformasi...masih tetap tegak berdiri dengan gagahnya......inilah gedung PERGURUAN TAMANSISWA CABANG CIREBON.

PERGURUAN TAMANSISWA CABANG CIREBON berdiri setahun setelah Ki Hajar Dewantara mendirikan Natonal Instituut Onderwijs of Tamansiswa ( Perguruan national Tamansiswa ) yang berpusat di Yogyakarta tanggal 3 Juli 1922

Dan dari Tamaniswa itu terlahir para generasi penerus bangsa, para pemimpin negara dari mulai Pusat sampai ke Daerah di dalam pegabdiannya terhadap keluarganya, agamanya, masyarakat, bangsa dan negara

Semua itu tidak lain hasil dari para pengelolanya yaitu GURU atau PAMONG. GURU adalah para pendidik yang sikap dan prilakunya dijadikan suri tauladan para siswanya. PAMONG , guru itu sifatnya harus bisa ngemong, ngasuh, mendidik, mengarahkan, membentuk karakter para siswanya

Para Guru atau Pamong bekerja keras, mencari inspirasi, dan memberikan motivasi para siswanya dengan teori TRI LOGI KEPEMIMPINAN Ki hajar Dewantara. yaitu

1. Ing ngarso Sung Tulodo, bila di depan harus bisa jadi contoh yang baik dan benar
2. Ing Madyo mangun Karso, di tengah haris bisa memberikan inspirasi dan motivasi, menanamkan dedikasi, simpati dan empati
3. Tutwuri handayani, bila di belakang harus bisa menjadi korektor, protector yang baik dan benar

Di dalam pelaksanaan kesehariannya Para Guru atau Pamong selalu menanamkan TRI PANTANGAN Ki hajar Dewantara yaitu

1. Hindari/jauhi Penyalah gunaan wewenang atau kekuasaan
2. Hindari atau jauhi penyalah gunaan KEUANGAN
3. dilarang keras menzalimi sesama manusia

Para Guru dan Pamong di dalam membina para siswanya selalu menanamkankan dan menumbuh kembangkan TRIPUSAT SYSTEM PENDIDIKAN Ki hajar Dewantara yaitu

1. Pendidikan di lingkungan keluarga yang merupakan modal dasar pendidikan yang utama dan terutama
2. Pendidikan formal di sekolah atau perguruan Tinggi
3. Pendidikan di masyarakat

Dimana ketiganya itu harus bisa berjalan dengan baik, selaras dan seimbang . Bila salah satu lingkungan tidak jalan maka JANGAN HARAP PENDIDIKAN DI INDONESIA bisa berhasil dan sukses

Selamat dan sukses memperingati Hari Pendidikan nasional yang merupakan hari lahirnya Ki Hajar Dewantara, sebagai seorang tokoh Pergerakan kemerdekaan, pelopor pendidikan, Pemimpin Pwersatuan Wartawan Indonesia yg pertama kali, tokoh jurnalis dan sekaligus tokoh budayawan Indonesia.

Kamis, 01 Oktober 2015

MERUSAK MUDAH.......MEMBANGUN DAN MEMELIHARA ITU SULIT

Salam dan bahagia. Semoga kalian sehat semua, dan tetap semangat demi menghidupi keluarga yang sdh menjadi tanggung jawab kalian.

Pernahkah kalian terfikirkan bahwa kehidupan kalian, pekerjaan kalian , jodoh kalian  akan seperti sekarang ini ?  Sudah pasti tidak akan sama dengan apa yg telah terfikirtkan saat lulus dari sekolah.

Itulah sebenarnya rahasia Allah yg telah ditunjukkan olehNya kepada  kalian. Yang intinya janganlah kalian memikirkan yang di depan, sebab yg di depan itu bukan urusan kalian, akan tetapi urusanNya.

Oleh karena itu barangsiapa yang mau mendekatiNya, maka Dia alan lebih dekat lagi pd kalian. Sebaliknya bila kalian tetap menjauhiNya, maka Dia pun tdk mau mendekati kalian.

Dia memberitahukan kepada kalian semua bahwa barangsiapa yang ingin dimudahkan, dilapangkan, dilancarkan dalam segala hal padanya, maka Dia akan memberikan itu semua asalkan kalian mau memenuhi apa yang Dia inginkan . Apakah itu ?

1.      Banyak2lah silaturahmi, karena dengan silaturahmi tersebut Allah akan memberikan tambahan rahmatNya kepada kalian.

2.      Perluakukan orang tua kalian sebagai raja dan ratu ( bahagiakanlah mereka ) sesuai dengan kadar kesanggupan kalian masing2. Jangan lah kalian perlakukan mereka seperti budak / pembantu. Kasih sayangilah mereka sebagaimana yg telah mereka lakukan kepada kalian, dengan tanpa meminta imbalan jasa apapun terhadap kalian.

3.      Doakanlah mereka, walaupun keadaan mereka masih berada di dunia, jangan menunggu mereka meninggal terlebih dahulu, baru anda mendoakan mereka. Dan setelah meninggalpun sama hrs mendoakan mereka.  Semoga santapan pagi ini bermanfaat buat kalian semua.

Perkuat rasa persaudaraan di antara kalian, peliharalah, jagalah, dan tumbuh kembangkanlah agar semakin lama menjadi semakin kuat. Makasih dan saya ucapkan salam dan bahagia.

Senin, 21 September 2015

RENCANA --- PELAKSANAAN --- HASIL/ SUKSES

Kesuksesan bisa terwujud bila ditata , dititi dengan baik direncanakan.

Kemudian dilaksanakan, dan barulah mendapatkan apa yang dininginkan. 

Namun jangan lupa perlua adanya evaluasi untuk langkah berikutnya.


Tidak ada jalan pintas untuk prestasi besar. 

Tidak ada yang dapat menggantikan untuk melakukan pekerjaan. 

Coba renungkan hal ini setiap hari : “ Aku akan melakukan pekerjaan”. 

Seperti yang dikatakan Einstein 

“ Genius adalah 1% dan 99% persen adalah kerja keras.” 

Anda harus lari, untuk jadi pelari. 

Anda harus menulis untuk menjadi penulis. 

Anda harus secara aktif bekerja pada bisnis 

untuk belajar bagaimana menjalankan bisnis yang sukses, 

Anda harus disiplin dan berintegritas untuk menjadi professional.

Dengan segala cara Anda menemukan cara 


untuk menjadi lebih efisien dalam pekerjaan Anda. 

Tetapi jangan salah, bahwa dibutuhkan usaha yang tekun 

untuk membangun sesuatu yang berharga. 

Tentu saja ada beberapa kisah sukses di luar sana 

tentang orang-orang yang unggul agak cepat, 

tetapi biasanya Anda akan menemukan mereka telah bekerja keras 

jauh sebelum orang lain memperhatikan keberhasilan yang tampaknya cepat. 

Dengan kata lain, kondisi mereka saat ini 

merupakan prestasi kerja keras mereka selama bertahun-tahun. 

 Rencanakan pekerjaan Anda setiap pagi, 

dan kemudian rajin bekerja sesuai rencana Anda setiap hari.

Selasa, 15 September 2015

TUJUH LANGKAH UNTUK MENUJU KEKAYAAN



 7 Cara Jadi Kaya Ala Orang Tionghoa yang Belum Pernah Diulas Sebelumnya

Tidak dapat dipungkiri bahwa kemapanan secara finansial adalah capaian hidup yang banyak dikejar oleh manusia masa kini.

Masing-masing dari kita mungkin berencana untuk bekerja di perusahaan ternama demi mendapat gaji mumpuni. Sementara sebagian lainnya akan mencoba peruntungan dengan merintis bisnis untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam hidup .

Padahal jika ditelaah lebih jauh lagi, besarnya pemasukan besar satu-satunya cara untuk menjadi kaya.
Teman-teman kita dari etnis Tionghoa telah membuktikan bahwa apabila kita ingin mencapai kemapanan finansial, kita harus memiliki trik tersendiri dalam mengatur keuangan kita.

Dengan cerdas mengatur keuangan keinginan untuk mapan secara finansial lebih mudah tercapai daripada hanya sekedar bergaji besar. Nah untuk memahami seperti apa sih cara jadi kaya ala orang tionghoa? dalam tulisan kali ini Veryfund akan mengulas cara etnis ini mengatur keuangan mereka:

1. Mereka akan senantiasa menyisihkan 50% dari pendapatan untuk ditabung

Menabung 50% dari pendapatan
Salah satu kunci keberhasilan keuangan etnis Tionghoa adalah mereka senantiasa menabung sebanyak 50% dari total pendapatan yang dipunya setiap bulannya.

Etnis Tionghoa percaya bahwa dengan menabung setengah dari seluruh pendapatan yang mereka punya dapat menjamin kelangsungan hidup ke depannya.

Memakai uang sesuai kebutuhan serta sikap enggan berfoya-foya inilah yang menjadikan etnis Tionghoa selalu terjaga keuangannya. Haram hukumnya bagi etnis Tionghoa untuk memakai uang secara berlebihan. Mereka sebisa mungkin akan mengatur uang keuangan agar uang yang ada tidak terbuang secara sia-sia.
.
2. Mau bekerja keras dan tidak pernah menyerah

Tidak takut bekerja keras
Filosofi kaya ala Tionghoa lainnya yang bisa kita contoh adalah mereka mau bekerja keras demi mendapatkan apa yang diinginkan.

Teman-teman dari etnis Tionghoa tidak pernah malu meniti karir dari bawah jika memang hal tersebut dibutuhkan. Kemauan bekerja dari bawah ini juga berguna untuk membuat mereka lebih menghargai uang jika sukses nantinya.

Dengan merasakan jatuh-bangunnya mencari uang atau merintis bisnis mulai dari kecil membuat orang Tionghoa kelak tidak akan sembarangan menggunakan harta untuk bersenang-senang.

Teman-teman etnis Tionghoa tidak menghindari kerja keras dan justru berani masuk ke dalamnya karena tahu cara tersebut akan mengingatkan mereka tentang pentingnya arti bekerja keras dan berhemat.
.
3. Berusaha untuk selalu menghindari hutang apalagi untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan

Tidak mau berhutang
Mungkin sebagian besar dari kita hingga saat ini masih mau berhutang bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Misalnya saja kamu membeli ponsel seri terbaru dengan cara kredit hanya karena teman-teman dipergaulanmu menggunakannya.

Padahal jika dilihat dari segi kebutuhannya, kamu jelas tidak memerlukan ponsel tersebut. Kamu rela “membuang” uang hanya untuk meningkatkan prestige di mata teman-teman. Hal berbeda justru terjadi pada teman-teman dari etnis Tionghoa.

Mereka anti berhutang hanya untuk keinginan semata. Mereka lebih suka berhutang untuk kepentingan mendesak atau jika bila ingin berinvestasi. Sementara untuk kebutuhan bersenang-senang mereka akan memilih barang atau hal yang harganya sesuai dengan budget yang memang tersedia.
.
4. Selain tabungan, mereka juga ”memelihara uang” dari bisnis yang menjanjikan

Berinvestasi
Etnis Tionghoa tidak hanya gemar menabung tapi juga berinvestasi baik itu berupa properti, saham, atau obligasi. Jika tabungan akan dianggap sebagai bentuk persediaan untuk kebutuhan mendesak maka investasi akan digunakan untuk menjamin hidup mereka di masa mendatang.

Maka dari itu tak mengherankan jika mereka senang membelanjakan uangnya untuk membeli rumah, apartemen, atau mungkin bermain di bursa saham.

Alih-alih menggunakan uang untuk membeli mobil atau berlibur yang dilihat dari segi investasi tidaklah menguntungkan, mereka lebih suka memakai tersebut untuk membeli sesuatu yang di masa depan akan mendapatkan untung berlipat ganda. Suku Tionghoa percaya bahwa dengan cerdas memanfaatkan uang, kelak keuntungan yang besar akan datang.
.
5. Tidak gentar menawar dan cermat sebelum membeli sebuah barang

Cermat sebelum membeli barang
Mungkin kamu akan sedikit terkejut mendengar bahwa orang Tionghoa sangat gemar menawar demi mendapat harga terbaik. Mereka tidak akan ragu dan gengsi menawar harga sebuah barang yang diinginkan demi mendapat harga yang menurut mereka paling sesuai.

Mereka tahu caranya membelanjakan uang dengan cara yang cerdas. Sebelum akan membeli AC baru misalnya, mereka akan mencari tahu merek apa yang memberikan spesifikasi terbaik dengan harga paling realistis.

Selain itu mereka juga menghitung dengan cermat biaya maintenance yang dibutuhkan. Mulai dari biaya perawatan sampai dengan listrik yang diperlukan. Teman-teman dari etnis Tionghoa lebih suka membeli AC yang sedikit lebih mahal asal jika dihitung dari biaya perawatan lebih murah dibandingkan AC murah tapi biaya perawatannya mahal.
.
6. Membangun relasi baik dengan orang yang dianggap menguntungkan

Membangun relasi
Jangan dulu meng-underestimate poin yang satu ini. Orang Tionghoa sesungguhnya akan menjalin relasi baik dengan semua orang. Hanya saja dengan pihak-pihak yang dianggap bisa memberi keuntungan lebih, mereka akan berusaha membangun hubugan lebih baik lagi.

Orang Tionghoa percaya bahwa setiap orang akan memberi keuntungan berbeda dan dari sanalah mereka akan menentukan sikap. Pada atasan atau relasi bisnis yang menjanjikan orang Tionghoa tidak akan segan mentraktir atau menjamu mereka untuk makan.

Harapannya adalah dengan cara ini kelak sang atasan atau relasi bisnis mengingat kebaikan tersebut dan membalasnya apabila orang yang bersangkutan membutuhkannya. Relasi yang baik adalah salah satu bentuk investasi yang begitu dijaga oleh orang dari etnis Tionghoa.
.
7. Konsisten melakukan manajemen keuangan yang telah ditetapkan

Konsisten menjalani semuanya
Poin terakhir yang paling penting kamu ingat bila ingin sekaya teman-teman dari etnis Tionghoa adalah sikap konsisten menjalani semuanya.

Dengan sikap konsisten, kelak kemapanan finansial pasti tercapai. Kamu tidak akan bisa kaya jika hanya menabung selama dua atau tiga bulan pertama dan sisanya hidup berfoya-foya.

Sebaliknya kamu perlu bersikap konsisten setiap bulannya untuk mencapai kemapanan finansial yang diinginkan. Jangan pernah tergoda untuk hidup mewah jika memang kamu tidak mampu.

Selain itu manfaatkanlah uangmu untuk berinvestasi daripada sekadar berfoya-foya. Percayalah dengan hidup sederhana dan cerdas dalam mengelola uang secara konsisten kelak kamu akan sampai pada situasi keuangan yang mapan.

Pada akhirnya kecerdasan mengatur uang yang kita terima adalah kunci utama jika ingin mencapai kemapanan finansial. Tanpa adanya kecerdasan tersebut sebesar apapun gaji atau pendapatan yang kita terima semuanya akan berakhir sia-sia.
 
Nah jika kita juga ingin sesukses teman-teman kita dari etnis Tionghoa soal finansial, bisa nih mulai dari sekarang mengaplikasikan manajemen uang yang mereka punya.