Selasa, 05 Mei 2015

PAHLAWANKU

PAHLAWAN KU  

Pahlawan ku..

Bagaimana ku bisa..

Membalas jasa-jasa mu..

Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi..

Haruskah aku turun ke medan perang..

Haruskah aku mandi berlumurkan darah..

Haruskah aku tertusuk pisau belati penjajah..

Aku tak tahu cara untuk membalas jasa mu..

Engkau rela mengorbankan nyawa mu..

Demi suatu kemerdekaan yang mungkin   

Tak bisa kau raih dengan tangan mu sendiri..Ohh......... 

pahlawan ku Engkau lah Bunga Bangsa

HIDUP UNTUK BERJUANG

Hidup untuk berjuang atau BERJUANG untuk hidup ???

JANGAN PERNAH MENYERAH, TERUS BERJUANGLAH •• 

Hidup Adalah Tantangan.. maka "HADAPILAH" •• 

Hidup Adalah Anugerah..maka "TERIMALAH" •• 

Hidup Adalah Tugas.. maka  "SELESAIKANLAH" •• 

Hidup Adalah Cita-Cita..maka  "CAPAILAH" •• 

Hidup Adalah Mesteri..maka  "SINGKAPKANLAH" •• 

Hidup Adalah Kesempatan..  maka "AMBILLAH" •• 

Hidup Adalah Lagu..maka "NYANYIKANLAH'' •• 

Hidup Adalah Janji..maka "PENUHILAH..•• 

Hidup Adalah Keindahan.. maka "BERSYUKURLAH" •• 

Hidup Adalah Teka-Teki.maka ."PECAHKANLAH'' Betul gak sob?

BELAJARLAH DARI APA YANG TERLIHAT

BELAJAR DARI TELUR  

Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar,


Maka kehidupan di dalam telur akan berakhir..

TAPI...Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, 

Maka kehidupan baru telah lahir.. 

Hal-hal besar selalu di mulai dari dalam..

ALLAH SWT TIDAK PERNAH MENJANJIKAN BAHWA :•• 

Langit itu selalu biru•• 

Bunga selalu mekar..•• 

Mentari selalu bersinar..

Tapi ketahuilah bahwa DIA memberi :•• Pelangi..... Disetiap badai..•• 

Memberi Senyum ...... Disetiap Air Mata..•• 

Memberi Berkah ...... Disetiap Coban..•• 

Memberi Jawaban ...... Disetiap Do'a..


Semoga kita tetap istiqomah di jalan kebaikkan..

Dan memudahkan segala urusan dan


Melimpahkan rezeki-Nya kepada kita yang baik lagi di berkahi-Nya..

Aamiin Ya Rabbal'alamiin..

IBUKU , CAHAYAKU , PERMATA HATIKU

Untukmu ibu!!!

maafkan putrimu hingga detik ini 

belum bisa membahagiakanmu…

mfkan putrimu hingga detik ini 

masih menorehkan luka dihatimu…

mfkan putrimu bila hingga detik ini 

msih mempersembahkan duka di hidupmu…

ibu maafkan putrimu ijinkanku menjadi perisaimu 

ijinkan ku menjadi benteng kebahagiaanmu 

dgn ksh syng dan doaku…

ibu kau lah wanita terhebat dlm hdupku!

jasamu'ksh syngmu serta doamu 

slalu menyertai sepanjang hidupku……

trimakasih ibu 

l love you

KEJUJURAN MUTLAK DIPERLUKAN

Opini berdiskusi 

untuk menciptakan narasi 

agar didengar dan diliput 

hingga tercipta image citra 

bukan sekedar sensasi, 

padahal bau busuk tak disadari 

aroma konspirasi telanjang meluncur menjadi bukti. 

Jujurlah .... Jujurlah .... Nuranimu kan nanti menagih ...

jangan citra dan opini yang kau beri 

tapi bukti nyata yg dirasa oleh seluruh nurani 

yg ada di ibu pertiwi.

Senin, 04 Mei 2015

MEMBANGUN BUDAYA MELALUI SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Mari kita bangun kembali budaya kita dengan menaburkan benih-benih kemerdekaan dalam hati rakyat Indonesia dengan alat berupa system pendidikan yang bersifat nasional.
Kebudayaan bukan hanya untuk sebagian tertentu saja akan tetapi luas jangkauannya sampai meliputi kehidupan manusia.
Kemerdekaan tidak hanya dalam arti kemerdekaan bangsa sendiri secara yuridis formal, akan tetapi kemerdekaan yang memiliki kemampuan manusia untuk merdeka lahir batin, baik sebagai individu maupun sebagai bangsa .
Adapun kebudayaan yang dicita-citakan oleh Tamansiswa adalah kebudayaan yang dapat mewujudkan masyarakat tertib dan damai.
Dalam masyarakat tertib dan damai ini kepribadian bangsa yang unik dapat berkembang secara wajar dan para warga masyarakat dapat membina dirinya menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin.
Salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita itu adalah dengan memberikan system pendidikan nasional yang cara dan pelaksanaannya serta suasananya menebarkan benih kemerdekaan di hati rakyat.
Yang dimaksud dengan kemerdekaan lahir batin adalah kemampuan untuk mengatur kehidupan kita sedemikian rupa, sehingga dalam keadaan apapun kita dapat mentaati secara suka rela dan ikhlas, secara jujur dan konsisten.
Apa yang kita yakini benar dan adil, dapat memelihara kedaulatan pribadi dan rasa harga diri, kedamaian dan ketenteraman jiwa, kegembiraan dan kegairahan hidup kita, rasa solidaritas dan rasa turut bertanggung jawab atas nasib sesama masyarakat.
Untuk membina semua itu diperlukan suatu sikap mental tertentu serta pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang ilmu dan teknologi. Tanpa sikap mental tersebut, maka penguasaan ilmu dan teknologi mudah digunakan secara sewenang-wenang.
Dengan demikian maka benih kemerdekaan ialah nilai-nilai budaya yang melandasi sikap mental dan juga sarana untuk menguasai ilmu dan teknologi.



Jumat, 01 Mei 2015

KEPRIBADIAN NASIONAL

Masyarakat adalah suatu kehidupan bersama yang tersusun dan teratur sehingga merupakan satu kesatuan organis yang dapat hidup dan berkembang, seolah-olah berjiwa dan berkepribadian. 

Sedangkan kebudayaan  adalah merupakan cara hidup masyarakat yang meliputi segala kehidupan manusia.

Yang dimaksud dengan kepribadian nasional adalah apa yang tercermin di dalam kebudayaan sebagai cirri khusus cara hidup kita sebagai nasion atau bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Sudah barang tentu hendaknya kita memiliki suatu kepribadian nasional yang baik dan luhur. Sebagai nasion atau bangsa kita tidak menghendaki suatu kemerdekaan dan kedaulatan di dalam segala bidang kehidupan masyarakat bangsa, politik, social, ekonomi dan spiritual – cultural.

Kepribadian nasional yang baik dan luhur bergantung kepada krpibadian para warga negaranya atau warga bangsanya yang baik dan luhur secara paripurna.

Untuk itu diperlukan bimbingan kepada “Sang Anak” agar ia dapat mengembangkan jiwa raganya secara paripurna atau lengkap. Jadi Sang Anak tidak hanya cukup memiliki badan yang sehat dan kuat, mampu bekerja secara efektif dan efisien, pargmatis dan rasional, akan tetapi juga mereka harus mampu mengembangkan logikanya, etikanya estetikanya, religinya dari budi kita. Sehingga kita semua bisa hidup dengan dujiwai oleh nilai-nilai yang bersumber pada apa yang nyata dan benar ( logika ), yang baik dan susila ( etika ), yang indah dan artistic ( estetika ) dan yang bersumber kepada sila Ketuhanan, dalam gaya dan irama Pancasila.

Oleh karena itu pendidikan kita adalah tidak lengkap bila hanya bergerak dalam bidang ilmu dan teknologi saja, dan bidang pendidikan jasmani saja, akan tetapi juga harus bergerak dalam bidang filsafat, budi pekerti, kesenian dan ketuhanan.